Regulasi Teknis dan Persyaratan Mutu

Ekspor Minyak Sawit ke Portugis

  • Berikut ini informasi persyaratan mutu dan regulasi teknis terkait produk yang akan diekspor ke Portugis.
Untuk akses pasar Portugal, produk ekspor harus mematuhi persyaratan wajib yang ditetapkan Uni Eropa, mematuhi standar sukarela yang ditetapkan pembeli untuk meningkatkan daya saing di pasar, serta memenuhi standar ceruk pasar yang ditetapkan segment pasar khusus untuk memperluas pasar. Hal berikut yang harus diperhatikanuntuk memasarkan produk di Portugal:
  1. Keharusan yaitu persyaratan yang wajib dipatuhi untuk dapat masuk pasar,
  2. Standar sukarela atau standar umum yaitu standar yang harus dipatuhi agar dapat bersaing dipasar,
  3. Standar ceruk pasar, yaitu standar yang ditetapkan pada segmen pasar khusus.
Secara visual, pada tautan berikut diterangkan tentang bagaimana ekspor produk ke Portugal video tentang cara menggunakannya.

 

Gambaran Umum.

Persyaratan Wajib: keselamatan pangan dan memberitahukan para konsumen dengan benar
Permasalahan terkait keselamatan pangan yang penting yang harus diperhatikan pada saat ekspor minyak sawit ke UE. Sangat penting untuk menaati persyaratan pencemaran pangan (misalnya PAH, dioksin). Untuk semua produk pangan, prosedur kendali kesehatan sangat berpengaruh dan harus diikuti secara ketat. Selain itu, terdapat peraturan tentang komposisi untuk produk yang menggunakan bahan tambahan dan penyedap. Minyak nabati harus memenuhi persyaratan khusus tentang tingkat asam erukat dan minyak ekstraksi. Pemasok produk yang telah dikemas sebelumnya harus mengetahui tentang persyaratan pelabelan.
 
Persyaratan umum: manajemen keselamatan pangan sangat penting, pembahasan keberlanjutan semakin diperhatikan
Karena mutu dan keselamatan pangan pada saat masuk ke UE sangat bergantung pada prosedur yang dipraktikkan selama penanganan produk dari lokasi produksi sampai dengan perbatasan UE, banyak pembeli UE yang mewajibkan para pemasok di luar UE untuk menerapkan sistem manajemen keselamatan pangan. Sertifikasi sistem tersebut merupakan persyaratan umum. Selain itu, keberlanjutan akan menarik minat banyak pembeli sebagai nilai tambah produk, yang menawarkan kesempatan untuk memiliki daya saing di pasar. Penggundulan hutan karena produksi sawit secara khusus akan menjadi perhatian dan telah menyebabkan adanya beberapa standar sertifikasi dan prakarsa terkait.
 
Ceruk: perkembangan pasar untuk produk yang tersertifikasi
Beberapa prakarsa telah mengembangkan sertifikasi keberlanjutan dengan fokus pada para konsumen. Sertifikasi ini juga fokus pada masalah yang berbeda karena persyaratan keberlanjutan yang terdapat dalam persyaratan ‘umum’ akan tetapi menjadi suatu ceruk pasar. Produk yang disertifikasi Organic, Fair Trade and Rainforest Alliance ditemukan dalam perkembangan ceruk pasar.

 

Persyaratan Wajib.

Keselamatan pangan dan memberitahukan para konsumen dengan benar
‘Persyaratan wajib’ berikut ini berlaku terhadap minyak sawit:
  • Kendali keselamatan pangan dan kesehatan – berlaku terhadap semua produk pangan
  • Pencemaran – berlaku terhadap semua produk pangan
  • Asam erukat – berlaku terhadap minyak nabati
  • Pelarut ekstraksi – berlaku terhadap minyak nabati
  • Komposisi – untuk minyak nabati
  • Pelabelan - untuk semua produk pangan yang telah dikemas sebelumnya
  • Bahan yang bersentuhan dengan pangan - untuk semua produk pangan yang telah dikemas sebelumnya
Keselamatan pangan: Ketertelusuran, kebersihan dan kendali
Keselamatan pangan merupakan masalah utama dalam peraturan pangan UE. Undang-Undang Pangan Umum (General Food Law) adalah peraturan kerangka legislatif untuk keselamatan pangan di UE. Menjamin keselamatan pangan dan memungkinkan tindakan yang sesuai terkait pangan yang tidak aman, produk pangan harus dapat ditelusuri pada seluruh rantai pasokan dan risiko pencemaran harus dibatasi. Aspek penting untuk mengendalikan bahaya keselamatan pangan adalah menetapkan titik kendali penting (HACCP) dengan mengimplementasi prinsip manajemen pangan. Aspek penting lainnya adalah memasukkan produk pangan dalam kendali resmi. Produk yang dianggap tidak aman akan ditolak di UE.
 
Kendali pangan yang diimpor ke UE
Apabila terjadi ketidakpatuhan yang berulang dari produk khusus yang berasal dari negara tertentu, produk tersebut hanya dapat diimpor berdasarkan syarat yang lebih ketat seperti harus disertai dengan surat keterangan kesehatan dan laporan uji analitis. Dahulu, minyak sawit harus mematuhi tindakan darurat karena sering menggunakan warna Sudan 4 yang tidak diperbolehkan. Karena pemeriksaan yang dilakukan, tindakan ini telah dihentikan. Meskipun demikian, minyak sawit dengan Sudan 4 masih sering ditemukan dan ditolak oleh otoritas pabean.
 
Saran:
  • Cari dalam  basis data Sistem Peringatan Cepat untuk Pangan dan Pakan (RASFF) UE untuk melihat contoh penarikan dari pasar dan alasan di balik penarikan ini.
  • Para pembeli UE akan meminta para pembeli untuk mengimplementasi sistem manajemen (keselamatan) pangan berdasarkan prinsip HACCP (lihat dalam Persyaratan umum).
  • Baca lebih lanjut tentang HACCP dan kendali kesehatan pada Trade Helpdesk UE.
  • Untuk membantu Anda menjawab pertanyaan penting tentang kendali kesehatan, lihat dokumen panduan UE.
  • Periksa apakah terdapat peningkatan tingkat kendali untuk produk dan negara asal. Daftar tersebut harus diperbaharui secara reguler. Periksa situs web EUR-Lex untuk daftar terbaru (lihat dalam Diubah dengan).
Hindari pencemaran untuk memastikan keselamatan pangan
Pencemar adalah zat yang mungkin ada sebagai akibat dari berbagai tahap penumbuhan, pemrosesan, pengemasan, angkutan atau penyimpanannya. Bentuk pencemaran yang berbeda adalah:
  • Hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH): pencemaran dengan PAH, khususnya benzo(a)pirena, umum terjadi pada minyak pomace, biji sesawi, kelapa, sawit, bunga matahari dan wijen. PAH adalah kelompok senyawa organik semi-atsiri (SVOC) yang terdapat pada minyak mentah. Pencemaran sebagian besar terkait dengan proses pengeringan biji di mana gas pembakaran dapat bersentuhan dengan biji tersebut.  Batas maksimum benzo(a)pirena adalah 2,0 μg/kg. Jumlah maksimum PAH adalah 10 μg/kg (20 μg/kg untuk minyak kelapa) (lihat bagian 6 Lampiran Peraturan (EC) No 1881/2006).
  • Aflatoksin: batas telah ditetapkan untuk aflatoksin B1, B2, G1 dan G2 untuk biji minyak yang digunakan secara langsung untuk konsumsi manusia. Akan tetapi, tidak terdapat persyaratan aflatoksin untuk biji minyak yang digunakan untuk minyak nabati mentah atau dimurnikan (dihancurkan atau diekstrak) karena hanya memuat sebagian kecil aflatoksin yang ada di dalam zat. Akan tetapi, barang kiriman yang ditujukan untuk minyak harus dengan jelas diberi label dengan ‘produk yang akan dikenakan penghancuran untuk produksi minyak nabati yang dimurnikan’. Indikasi harus dimasukkan pada label pada setiap kantong, kotak dll. dan pada dokumen yang menyertai (lihat bagian 2 Lampiran Peraturan (EC) No 1881/2006).
  • Dioksin dan PCB: terdapat batas untuk melindungi kesehatan manusia (lihat bagian 5 dalam Lampiran Peraturan (EC) No 1881/2006).
  • Logam berat: minyak tidak diperbolehkan mengandung lebih dari 0,1 mg/kg timbal (lihat bagian 3 Lampiran Peraturan (EC) No 1881/2006).
  • Pestisida: UE menetapkan tingkat residu maksimum (MRL) untuk pestisida di dalam dan pada produk pangan. Produk yang mengandung pestisida lebih dari yang diizinkan akan ditarik dari pasar UE. Perhatikan bahwa para pembeli di beberapa Negara Anggota (termasuk Inggris Raya, Jerman, Belanda dan Austria) menggunakan MRL yang lebih ketat daripada MRL yang tercantum dalam perundang-undangan UE.
  • Mikrobiologi: salmonela adalah sumber pencemaran biji minyak. Akan tetapi, dalam perundang-undangan UE pada saat ini, tidak ada kriteria mikrobiologi untuk minyak nabati yang telah ditetapkan. Akan tetapi, otoritas keselamatan pangan dapat menarik produk pangan impor dari pasar atau mencegahnya memasuki UE pada saat ditemukan terdapat salmonela. Iradiasi merupakan suatu cara untuk melawan pencemaran mikrobiologi akan tetapi iradiasi ini tidak diizinkan untuk biji minyak menurut perundang-undangan UE.
  • Zat asing: pencemaran oleh zat asing seperti serangga (khususnya kutu) merupakan ancaman bagi biji minyak pada saat prosedur keselamatan pangan tidak diikuti secara hati-hati.
Saran:
Asam erukat dalam minyak dan lemak
Asam erukat adalah zat yang secara alamiah ditemukan pada beberapa minyak yang berasal dari tumbuhan, terutama dalam beberapa varietas minyak biji sawi dan minyak biji sesawi. Efek dari asam erukat dari minyak yang dapat dimakan terkait kesehatan manusia masih menjadi kontroversi. Oleh karena itu, UE telah menetapkan tingkat asam erukat maksimum sebesar 5% dari total tingkat asam lemak dalam komponen lemak produk pada saat dipasarkan di UE. Keberadaan asam erukat tampaknya secara khusus penting bagi para pemasok produk pangan yang diawetkan dalam minyak nabati. Misalnya, dalam tahun-tahun belakangan ini, acar, saus dan sayur yang diawetkan yang diimpor telah ditarik dari pasar UE.
 
Pelarut ekstraksi
Pelarut ekstraksi dapat digunakan untuk produksi atau fraksionasi minyak. Meskipun bukan suatu masalah besar bagi minyak nabati, ketahuilah bahwa terdapat pembatasan batas residu maksimum untuk pelarut ekstraksi seperti Etilmetilketon (5 mg/kg, fraksionasi minyak) dan heksana (1 mg/kg, produksi dan fraksionasi minyak).
 
Saran:
Komposisi produk
Produk dapat ditolak pembeli dan otoritas pabean UE apabila pernyataan pada produk tidak lengkap, tidak sah (misalnya minyak parafin, warna Sudan 4) atau batas bahan asing yang terlalu tinggi. Terdapat peraturan khusus untuk bahan tambahan dan enzim (misalnya warna, pengental) dan penyedap yang mencantumkan E-number dan zat apa saja yang diizinkan untuk digunakan.
 
Saran:
  • E-number mengindikasikan persetujuan oleh UE. Untuk memperoleh E-number, keamanan bahan tambahan harus telah sepenuhnya dievaluasi otoritas keselamatan pangan yang kompeten di UE (EFCH). Untuk gambaran umum E- number, lihat Lampiran pada Peraturan 1333/2008 (lihat dalam Versi konsolidasi).
Alergen
Produk yang telah dikemas sebelumnya dan mengandung alergen harus diberi label sedemikian rupa sehingga dapat dilihat dengan jelas oleh para konsumen bahwa produk tersebut mengandung alergen.
 
Klaim gizi dan kesehatan
Klaim gizi dan kesehatan mengindikasikan bahwa pangan memiliki kegunaan. Hal ini tidak boleh menyesatkan. Oleh karena itu, hanya klaim gizi dan kesehatan yang disetujui oleh UE yang dapat dibuat. Apabila klaim gizi atau kesehatan baru dibuat, klaim ini harus disetujui terlebih dahulu oleh Badan Keselamatan Pangan Eropa (EFSA).
 
Saran:
  • Pada bulan Desember 2014, Peraturan UE 1169/2011 mulai berlaku dan mencabut perundang-undangan pelabelan umum pada saat ini. Perundang-undangan baru ini akan mengubah secara signifikan perundang-undangan pada saat ini. Misalnya, alergen harus disoroti dalam daftar bahan dan persyaratan informasi tentang alergen juga akan mencakup bukan pangan yang telah dikemas sebelumnya termasuk yang dijual di restoran dan kafe.
Bahan yang bersentuhan dengan pangan
Berlaku untuk bahan kemasan konsumsi yang berhubungan langsung dengan pangan (misalnya botol, wadah), ketentuan kendali kesehatan secara khusus. Bahan yang bersentuhan dengan pangan yang terbuat dari misalnya plastik dan keramik (daur ulang) harus dibuat sedimikian rupa sehingga tidak terjadi transfer konstituen ke pangan dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, mengubah komposisi pangan dengan cara yang tidak dapat diterima atau merusak rasa dan bau bahan pangan. Zat umum yang dibatasi adalah vinil klorida monomer N-nitrosamin, N-nitrosatable BADGE, NOGE, BFDGE dan logam berat.
 
Saran:
  • Peraturan UE tentang bahan yang bersentuhan dengan pangan cukup ekstensif dan tidak mudah membuktikan kepada importir UE bahwa produk telah memenuhi semua persyaratan. Oleh karena itu, importir UE produk pangan akan mempersyaratkan dokumentasi toksikologi dan penilaian risiko migrasi kimia dari bahan yang bersentuhan dengan pangan dan/atau deklarasi kepatuhan.
Gambaran umum lengkap dari persyaratan hukum untuk minyak nabati:
Untuk daftar persyaratan, dapat dilihat pada Trade Helpdesk UE untuk memilih kode produk spesifik pada bab 15 (minyak).
 

Persyaratan Umum.

Sertifikasi Keselamatan Pangan sebagai jaminan
Karena keselamatan pangan merupakan prioritas utama dalam semua sektor pangan di UE, maka akan di minta jaminan tambahan dalam bentuk sertifikasi. Banyak pembeli UE (misalnya pedagang, pengolah pangan, peritel) yang mempersyaratkan implementasi dari sistem manajemen keselamatan pangan (berbasis HACCP). Sistem manajemen keselamatan pangan yang paling penting di UE adalah BRC, IFS, FSSC22000 dan SQF. Pembeli yang berbeda mungkin memiliki preferensi yang berbeda untuk sistem manajemen tertentu, sehingga sebelum mempertimbangkan sertifikasi terhadap salah satu standar, disarankan untuk memeriksa standar mana yang akan dipilih berdasarkan tujuan pasar (misalnya peritel Inggris Raya sering kali mempersyaratkan BRC dan IFS umumnya lebih banyak dipersyaratkan di daratan utama). Semua sistem manajemen yang disebutkan diakui oleh Prakarsa Keselamatan Pangan Global (GFSI), yang berarti bahwa salah satu dari sistem tersebut seharusnya dapat diterima oleh beberapa peritel besar. Akan tetapi, pada praktiknya, beberapa pembeliakan tetap memiliki preferensi untuk sistem manajemen yang khusus.
 
Saran:
  • Penting untuk mengetahui sistem manajemen yang diterapkan di pasar UE sebelum masuk ke UE.
  • Pada saat berencana untuk menargetkan suatu pasar atau lebih, periksa sistem manajemen keselamatan pangan spesifik mana yang paling umum diminta. Dalam hal apa pun, pilih sistem manajemen yang disetujui oleh GFSI.
Tanggung jawab perusahaan
Pembeli UE (khususnya pembeli besar di negara UE bagian barat dan utara) akan memperhatikan tanggung jawab perusahaan terhadap dampak lingkungan sosial dari usaha. Hal ini telah menyebabkan sebagian besar rantai supermarket besar dan pemain industri besar mengembangkan kebijakan CSR dan perolehan; misalnya kebijakan tentang minyak sawit berkelanjutan dari Unilever dan Cargill. Hal ini juga berdampak pada pemasok. Persyaratan umumnya adalah penandatanganan aturan berperilaku pemasok yang menyatakan bahwa perusahaan dijalankan dengan bertanggung jawab dan memperhatikan undang-undang lingkungan dan tenaga kerja lokal, jauh dari korupsi dll.
ISO 26000 memberikan panduan tentang bagaimana usaha dan organisasi dapat beroperasi dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial. Hal ini berarti bertindak dengan cara yang etis dan transparan yang berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
 
Saran:
  • Ketahuilah bahwa banyak masalah keberlanjutan terkait lingkungan dan sosial yang terjadi di sawah (yang mungkin bukan bagian dari perusahaan). Untuk menguji sampai batas mana para petani berkelanjutan, dihimbau untuk petani dapat mengisi Penilaian Mandiri Petani oleh Prakarsa Pertanian Berkelanjutan.
  • Tetaplah terinformasi tentang perkembangan terkait bidang keberlanjutan dengan melihat referensi bacaan terkait asosiasi sektor (misalnya EU Vegetable Oil dan Protein meal Industry) dan majalah.
  • Implementasi sistem manajemen seperti ISO 14000 (aspek lingkungan) atau OHSAS 18001 (kesehatan dan keselamatan kerja) merupakan cara yang memungkinkan untuk mengatasi keberlanjutan, memperoleh keuntungan kompetitif. Cari tahu apakah pembeli di UE mempersyaratkan hal ini.
Sertifikasi perolehan berkelanjutan
Perolehan minyak sawit secara berkelanjutan adalah terkait dengan penggundulan hutan merupakan permasalah khusus yang penting. Perhatian atas masalah ini didiskusikan pada Meja Bundar Minyak Sawit Berkelanjutan (RSPO) yang mempromosikan produksi berkelanjutan di seluruh dunia. Meja bundar tersebut telah menghasilkan standar produk terkait. Produk yang tersertifikasi semakin banyak diminta oleh para pembeli besar seperti Unilever, Carrefour, Nestle dan Ferrero. Pada saat ini, 14% dari minyak sawit global tersertifikasi RSPO.
 
Saran:
  • Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana mendapatkan sertifikat RSPO atau RTRS, dapat melihat pada masing-masing situs web.
  • Karena perhatian besar terhadap permasalahan keberlanjutan tentang minyak sawit, prakarsa yang berbeda telah dimulai penyelidikan untuk menyelesaikannya pada sektor ini. Prakarsa Perdagangan Berkelanjutan untuk minyak sawit yang mempromosikan produk yang tersertifikasi RSPO dan RTRS merupakan contoh yang baik.

 

Ceruk Pasar.

Produk berkelanjutan yang tersertifikasi
Terdapat juga sertifikasi yang ditujukan pada ceruk pasar dan dijual lebih sebagai produk khusus:
 
Organik
Minyak sawit organik diproduksi dan diproses dengan teknik alami (misalnya rotasi tanam, perlindungan tanaman pangan biologis, pupuk hijau, kompos). Meskipun permintaan akan minyak nabati dan biji minyak organik terus berkembang, permintaan sangat sedikit. Produk organik harus dikembangkan dengan menggunakan metode produksi organik yang tercantum dalam peraturan di UE dan fasilitas penumbuhan dan pemrosesan harus diaudit oleh suatu lembaga sertifikasi yang terakreditasi, sebelum memasang logo organik UE pada produk, serta logo pemegang standar (misalnya Soil Association di Inggris Raya).
 
Perdagangan berkeadilan
Produk perdagangan berkeadilan diproduksi dengan permintaan tambahan terkait kondisi sosial di area produksi. Perdagangan Berkeadilan adalah sertifikasi yang paling populer dan cara umum untuk membuktikan kinerja usaha terkait kondisi sosial dalam rantai pasokan. Setelah disertifikasi oleh pihak ketiga independen, maka dapat memasang logo Perdagangan Berkeadilan pada produk. Sertifikasi Perdagangan Berkeadilan tersedia untuk biji minyak dan buah oleaginus. Secara umum, harga premium dibayarkan untuk produk perdagangan berkeadilan. Meskipun mengalami perkembangan, pasar minyak nabati tersertifikasi Perdagangan Berkeadilan masih merupakan ceruk pasar.
Rainforest Alliance
RA merupakan skema keberlanjutan arus utama dengan fokus utama pada masalah lingkungan. Pada saat ini, Rainforest Alliance hanya memberikan sertifikasi untuk minyak sawit.
 
Saran:
  • Implementasi produksi organik untuk mendapatkan sertifikasi akan memakan biaya yang tinggi akan tetapi keuntungan untuk investasi dalam jangka menengah-panjang akan dapat meningkatkan keuntungan dan meningkatkan mutu.
  • Periksa standar Soil Association untuk Pangan dan minuman untuk mendapatkan ide terkait persyaratan produksi organik.
  • Periksa Standar Perdagangan Berkeadilan untuk organisasi produsen biji minyak dan buah oleaginos kecil.

 

Tautan.

Minyak Sawit
Ekspor produk lainnya ke Portugis

Temukan teknis dan persyaratan mutu ekspor produk

Semua syarat mutu ekspor (Portugis)

Tautan Terkait