Kebijakan Impor Tekstil & Produk Tekstil Tiongkok   

Kebijakan impor Tiongkok Produk Tekstil

Tionkok tidak membatasi perdagangan tekstil secara khusus. Namun dari beberapa pos HS ada yang diberikan kuota impor untuk melindungi pelaku dalam negeri, contoh utamanya adalah bahan baku katun yang dapat diberikan tarif tambahan impor hingga 40% jika kuantitas impor nasional telah melebihi batasan tertentu. Selain itu dari struktur tarif tambahan impornya dapat diketahui bahwa Tiongkok menghalangi masuknya produk-produk bernilai tambah tinggi dan memberikan tarif yang lebih rendah untuk produk bahan baku seperti fiber belum dipintal atau ditenun maupun bubur selulosa/pulp.
Pada HS 5408 – kain bahan tenun dari fiber buatan, Tiongkok memberikan tarif tambahan impor untuk negara-negara anggota WTO termasuk Jepang dan Korea Selatan sebesar 10%. Sedangkan untuk HS 5403 – filamen yarn fiber buatan diberikan tarif tambahan 5%. Bagi negara ASEAN, dengan adanya perjanjian FTA (Free Trade agreement), maka tidak ada tarif tambahan impor apapun bagi kode-kode HS yang telah disebutkan di atas. Sedangkan untuk sub pos HS lain seperti HS 62.xx – pakaian dan aksesoris, tidak dirajut, Tiongkok memberikan tarif tambahan impor hingga sebesar 16.15% untuk negara-negara anggota WTO sedangkan ASEAN dibebaskan dari padanya.
Contoh lainnya adalah sub pos HS 59 kain dilapis atau diisi, RRT memberikan tarif tambahan impor hanya sebesar 9.5% untuk anggota WTO sedangkan ASEAN dibebaskan dari tarif tambahan.
 

Standar mutu produk tekstil

Empat standar mutu dipakai oleh sebagian besar CIQ sebagai basis dasar untuk melakukan inspeksi atas produk impor:

GB 18401 - 国家纺织品基本安全技术规范 yatu standar lingkup keamanan produk tekstil nasional atas produk tekstil – Poin utamanya adalah mengenai tes atas formaldehid, pewarna azo dilarang, nilai PH, tingkat kelunturan warna, bau aneh. Beberapa informasi yang dapat disarikan daripadanya adalah:

  • Mereferensikan metode-metode pengetesan yang distandarkan pemerintah RRT atas kandungan bahan-bahan berbahaya. Misalnya GB/T 2912.1 dan GB/T 3920.
  • Standar ini hanya berlaku untuk produk konsumen akhir. Ini berarti produk seperti tekstil medis, tekstil tas, tekstil seni, tekstil industri dan lainnya tidak termasuk di dalamnya.
Tingkat keamanan produk dibagi berdasarkan beberapa jenis utama, dengan pembagian produk balita (umur 0 – 3 tahun atau untuk tinggi badan di bawah 100 cm, sebagai kategori A), produk yang langsung bersentuhan dengan kulit (sebagai kategori B) dan produk yang tidak langsung bersentuhan dengan kulit (kategori C). Untuk informasi mengenai klasifikasi produk anda, dapat merujuk pada apendiks standar mutu ini. Tingkat keamanan produk yang diharapkan adalah sebagai berikut:
 
Indikator Kategori A Kategori B Kategori C
Kandungan formal dehid (mg/kg)    ≤ 20 75 300
Nilai pH 4.0  ~  7.5 4.0  ~  8.5 4.0  ~  9.0
Ketahanan warna   ≥ Tahan air (berubah warna, luntur) 3 - 4 3 3
Tahan asam keringat (berubah warna, luntur) 3 – 4 3 3
Tahan alkali keringat (berubah warna, luntur) 3 – 4 3 3
Tahan gesekan 4 3 3
Tahan air liur (berubah warna, luntur) 4 - -
Bau aneh Tidak ada
Pewarna azo dilarang yang mungkin luntur (mg/kg)  Dilarang, ≤ 20 mg/kg, dapat melihat apendiks C untuk detailnya

*Produk masih diberikan toleransi untuk pH antara 4.0 – 10.5 namun nilai ini harus menurun hingga standar yang ada ketika dicuci
*Produk warna tradisional seperti batik tidak diharuskan memiliki karakteristik ketahanan warna seperti standar

  • Sampel pengujian: setiap warna diambil 1 sampel, untuk kain contoh luasannya adalah 2 m x 0.5 m. Setelah sampel dipilih akan dimasukkan pada kemasan kedap udara khusus. Untuk aksesoris atau bahan lain pada produk yang jumlahnya lebih kecil dari 1% tidak perlu diuji.
GB 5296.4 - 消费品使用说明 – Poin utamanya pada cara pemakaian, label produk dan bahan baku produk. Beberapa informasi yang dapat disarikan adalah:
  • Mereferensikan standar lain seperti GB/T 1335 – standar penomoran pakaian, GB/T6411 – standar simbol perawatan pakaian, GB/T 8685 – standar cara aplikasi simbol perawatan pakaian, QB/T 2262 – Bahasa teknis industri kulit.
  • Prinsip utama: Cara penggunaan, label produk adalah bagian dari produk jadi tekstil; mudah dimengerti, tepat, singkat padat, berbasis ilmu pengetahuan; tidak membohongi/hiperbola.
  • Isi label adalah:
    • Nama produsen dan alamat produsen, nomor registrasi produsen sebagai badan hukum; jika produk impor harus juga menyertakan negara asal produksi kemudian nama – alamat dari agen/importir/distributor di RRT sesuai registrasi badan hukumnya di RRT
    • Nama produk yang menjelaskan kategorinya, kode GB dan standar mutu industri terkait dengan penamaan tersebut, menggunakan nama produk sesuai standar yang ditetapkan pemerintah atau jika tidak termasuk dalam kategori yang ditetapkan, diharapkan memberi nama yang tidak membingungkan konsumen
    • Nomor produk atau spesifikasinya. Pertama, produk benang hendaknya menyebutkan setidaknya spesifikasi utamanya (misal: kepadatan, berat, dll). Kedua, produk kain tekstil setidaknya menyebutkan spesifikasi utama (misal: kepadatan, mutu lapisan luar, dll). Ketiga, untuk produk sprei, selendang, korden, dll harus menyebutkan spesifikasi utama produk misalnya panjang, lebar, berat, dll. Keempat, untuk produk pakaian harus menyesuaikan GB/T 1335 atau GB/T 6411 mengenai penomoran produk, kecocokan nomor ukuran penggunaan produk, dll. Berikutnya, produk topi untuk menyertakan ukuran diameter lubang kepala, produk sarung tangan menyertakan ukuran panjang dan lebar, dan lain-lain.
    • Produk harus menyertakan nomor standar GB, industri, DB maupun internal perusahaan yang berlaku bagi produk tersebut.
    • Beberapa metode penempatan label adalah: dicetak pada permukaan produk, dijahit tempel pada label tahan lama produk, digantung pada label produk, ditempel pada kemasan luar, dicetak pada kemasan luar produk, dll.
    • Keharusan untuk adanya label permanen: isinya adalah sebagai berikut: nomor produk, spesifikasi, komposisi serat/fiber dan cara perawatan. Tiga informasi ini harus bisa dilihat dari luar, bahkan dikala produk tersebut terbungkus kemasan luar misalnya dengan memasukkannya pada label gantung. Penempatannya umumnya dengan dijahit pada bagian pinggang atau bagian ujung luar produk. Di luar tiga item ini boleh menggunakan label jenis lain. Ada juga pengecualian seperti label dapat mengganggu produk dan bukan produk untuk dirawat pribadi.
    • Bahasa yang digunakan adalah bahasa mandarin.
    • Contoh label pakaian (kiri – label gantung; kanan – label permanen):