Standar Sukarela Rempah-Rempah Kanada   

Komponen Tidak Wajib dalam Peraturan dan Standar Kesukarelaan
Selain persyaratan hukum yang tercantum di atas, ada komponen tidak wajib yang berkaitan dengan rempah-rempah berdasarkan Undang-Undang (UU) dan Peraturan Makanan dan Obat di Kanada dan standar sukarela untuk rempah-rempah yang diakui di dunia dan di Kanada. Komponen tidak wajib bagi produsen rempah-rempah adalah iradiasi rempah-rempah utuh atau yang ditumbuk.[1]
 
Iradiasi rempah-rempah utuh atau yang ditumbuk beupaya mengurangi tingkat kontaminasi bahan mikroba yang terkandung dalam makanan yang dapat menyebabkan penyakit. Proses iradiasi adalah upaya keselamatan tambahan yang dapat dilakukan oleh produsen rempah-rempah untuk melindungi konsumen dari penyakit yang dibawa makanan. Sesuai UU Makanan dan Obat dan Peraturan Makanan dan Obat di Kanada, rempah-rempah utuh atau yang ditumbuk termasuk dalam beberapa jenis makanan yang diizinkan untuk diiradiasi di Kanada. Apabila produsen rempah-rempah memilih untuk melakukan iradiasi pada produk mereka, proses iradiasi dan pelabelan rempah-rempah iradiasi harus mematuhi UU dan Peraturan Makanan dan Obat Kanada agar mendapatkan izin untuk dijual di Kanada:
 
Bagan 2. Simbol Radura harus ditempelkan pada kemasan rempah-rempah iradiasi
Sumber: Health Canada
  • Tingkat iradiasi makanan yang diizinkan diatur oleh Health Canada, yang dijelaskan dalam situs Health Canada: http://laws-lois.justice.gc.ca/eng/regulations/C.R.C.,_c._870/page-87.html#h-135.
  • Rempah-rempah utuh atau yang ditumbuk yang telah diiradiasi harus mengikuti persyaratan pelabelan khusus di Kanada sesuai Peraturan Makanan dan Obat. Terlepas di mana proses iradiasi itu berlangsung dan apakah rempah-rempah tersebut dikemas atau sebelum dikemas, semua rempah-rempah iradiasi yang dijual di Kanada harus dinyatakan sebagai produk iradiasi pada kemasannya di samping simbol Radura (Bagan 2). Misalnya, produk tersebut dapat diberi label secara tertulis sebagai “diberikan radiasi”, “dilakukan iradiasi”, atau “diiradiasi”.[2]
Selain memahami komponen tidak wajib dalam Peraturan Makanan dan Obat di atas, penting bagi produsen rempah-rempah yang berusaha mengekspor ke Kanada untuk memahami standar sukarela umum untuk rempah-rempah yang diakui secara global dan di Kanada. Standar-standar tersebut bertujuan untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa praktik-praktik ramah lingkungan dan/atau bertanggung jawab sosial diterapkan dalam berbagai tahap proses produksi. Pelaksanaan sertifikasi sukarela untuk rempah-rempah (misalnya, terlihat melalui logo sertifikasi yang ditempelkan pada produk) membantu konsumen Kanada untuk mengidentifikasi apakah produk yang sedang dipertimbangkan untuk dibeli diproduksi sesuai standar yang dapat diterima lingkungan dan sosial, termasuk kepekaan gender. Sebuah studi oleh Business Development Bank of Canada (BDC) mengungkapkan bahwa 60% warga Kanada menganggap mereka adalah konsumen etis dan 75% dari konsumen yang disurvei mengklaim mereka bersedia membayar dengan harga mahal untuk produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial (BDC, 2013). Contoh sertifikasi sukarela seperti yang lazim dijumpai pada rempah-rempah adalah:
  • Global Good Agricultural Practices (GLOBALG.A.P.)—Organisasi global ini mengembangkan dan menetapkan standar sukarela yang bertujuan mendukung produksi produk pertanian yang aman dan berkelanjutan. Sertifikasi GLOBALG.A.P. memberi produsen kepercayaan diri untuk memasarkan makanan aman yang diverifikasi secara independen di pasar sekaligus memberikan jaminan kepada konsumen atas produk yang sedang mereka pertimbangkan untuk dibeli.
  • Fairtrade—Sistem Fairtrade didasarkan pada kemitraan antara produsen dan konsumen yang menghasilkan syarat perdagangan yang lebih baik bagi Indonesia, peningkatan imbal hasil untuk produsen kecil, peningkatan peluang bagi pria dan wanita untuk meningkatkan penghidupan mereka, dan produksi yang didasarkan pada praktik pertanian yang ramah lingkungan. Standar Fairtrade yang berlaku untuk rempah-rempah adalah Standar untuk Organisasi Produsen Kecil (Standards for Small Producer Organizations atau “SPO”). Standar tersebut dibuat dengan dua prinsip: (1) sebagian besar anggota SPO haruslah petani kecil yang utamanya hanya mengandalkan tenaga mereka sendiri dan tenaga anggota keluarga mereka, dan (2) semua anggota SPO harus memiliki suara dan dapat memberikan suara dalam proses pengambilan keputusan SPO itu.[3] Sampai saat ini, sertifikasi Fairtrade untuk rempah-rempah masih terbatas pada empat jenis rempah-rempah: vanili, lada, jahe, dan kunyit.[4] Produsen rempah-rempah Indonesia yang tertarik untuk mengajukan permohonan penggunaan logo Fairtrade harus menghubungi Fairtrade International untuk mencari informasi lebih lanjut tentang tempat untuk melengkapi pendaftaran. Harap diperhatikan bahwa Fairtrade Canada hanya dapat mendaftarkan perusahaan yang ada di Kanada untuk menggunakan logo Fairtrade.
  • Sustainable Agriculture Network (SAN) Standard—SAN menyusun standar global yang mencerminkan kelestarian lingkungan dan sosial dalam produksi pertanian, termasuk rempah-rempah. Beberapa prinsip standar keberlanjutan SAN meliputi manajemen tanaman terpadu, pengelolaan sampah terpadu, perlindungan satwa liar, pelestarian ekosistem, konservasi tanah, kesehatan kerja, hubungan masyarakat, dan kondisi kerja.[5]
  • Good Manufacturing Practice (GMP)—Program sertifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pembuatan makanan dapat diandalkan dan sesuai dengan peraturan keselamatan makanan. Menerapkan dan memiliki sertifikasi GMP sering menjadi dasar untuk memenuhi sertifikasi lainnya untuk sistem manajemen keselamatan makanan, seperti Titik Kontrol Kritis Analisis Bahaya (Hazard Analysis Critical Control Point atau “HACCP”), Safe Quality Food (SQF), ISO 22000, dan ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu.[6]
  • HACCP—Ini adalah sistem manajemen risiko yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya yang berkaitan dengan keselamatan makanan di seluruh rantai suplai makanan. Sertifikasi ini diakui secara global dan dibangun berdasarkan tujuh prinsip pengendalian keselamatan makanan: melakukan analisis bahaya makanan secara biologis, kimiawi, atau fisik; menentukan titik kontrol kritis; menetapkan batas kontrol kritis; membangun sistem untuk memantau pengendalian Titik Kontrol Kritis; mengembangkan tindakan korektif; menetapkan prosedur untuk memverifikasi efektivitas sistem HACCP; dan membuat dokumentasi dan pencatatan.[7]
  • Safe Quality Food (SQF) Code—Program sertifikasi ini berlaku untuk produsen primer, pengolah, distributor, dan broker yang ingin secara sistematis menerapkan langkah-langkah keselamatan makanan mulai tahap produksi hingga produk mencapai konsumen.[8]
Selain langkah-langkah sukarela yang disebutkan di atas, Organisasi Internasional untuk Standardisasi (International Organization for Standardization atau “ISO”) telah mengembangkan sejumlah standar yang dapat diterapkan oleh industri pengolahan makanan/rempah-rempah. Standar-standar itu meliputi:
  • Golongan ISO 22000—Golongan standar ini berisi pedoman terkait manajemen keselamatan makanan, kebertelusuran makanan, produksi makanan, pertanian, katering, produksi kemasan makanan, dan pedoman untuk lembaga audit dan sertifikasi.
  • ISO 9001: 2015—Skema sertifikasi ini berfokus pada persyaratan umum untuk sistem manajemen mutu yang akan diterapkan oleh setiap organisasi yang perlu menunjukkan kemampuannya untuk secara konsisten memberikan produk dan/atau jasa yang memenuhi persyaratan pelanggan dan hukum serta peraturan yang berlaku.
  • ISO 14001: 2015—Standar ini menetapkan persyaratan untuk setiap organisasi yang ingin mengelola tanggung jawab lingkungannya secara sistematis.
  • ISO26000: 2010—Standar ini membantu organisasi untuk mengukur kinerja dan perbaikan dalam perilaku yang bertanggung jawab secara sosial.

 

[1] Health Canada, Pertanyaan yang Sering Diajukan Mengenai Iradiasi Makanan, http://www.hc-sc.gc.ca/fn-an/securit/irridation/faq_food_irradiation_aliment-eng.php
[2] Ibid.
[3] Fairtrade Canada, Standar untuk Organisasi Produsen Kecil, https://www.fairtrade.net/standards/our-standards/small-producer-standards.html (diakses pada 10 Maret 2017).
[4] Fairtrade Canada, Bumbu dan Rempah-Rempah, http://fairtrade.ca/en-ca/buying-fairtrade/herbs-and-spices (diakses pada 10 Maret 2017).
[5]Sustainable Agriculture Network, Jenis-Jenis Standar dan Kebijakan, http://san.ag/web/our-standard/types-of-standards-and-policies/ (diakses pada 10 Maret 2017).
[7]SGS Canada, Sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), http://www.sgs.ca/en/Agriculture-Food/Food/Retail-and-Hospitality/Food-Certification/HACCP-Certification.aspx (diakses pada 10 Maret 2017).
[8] Safe Quality Food Institute, Sertifikasi untuk Setiap Hubungan dalam Rantai Makanan, http://www.sqfi.com/standards/( diakses pada 10 Maret 2017).