Standar Sukarela Perhiasan Kanada   

Salah satu cara yang lazim untuk meningkatkan daya saing suatu produk di pasar Kanada adalah penerapan standar sukarela oleh produsen perhiasan Indonesia yang dapat diterima secara internasional dan mencakup praktik-praktik lingkungan yang berkelanjutan serta praktik-praktik produksi yang bertanggung jawab sosial.  Contohnya adalah sertifikasi Ten Thousand Villagers yang diperoleh Mitra Bali untuk produk perhiasan yang dibuat dalam kondisi yang layak dan berkeadilan dengan kepedulian terhadap lingkungan.[1] Terdapat beberapa skema sertifikasi sukarela yang memberikan verifikasi dari pihak ketiga bahwa suatu produk berasal dari sumber yang berkelanjutan. Langkah-langkah sertifikasi tersebut dapat membawa manfaat baik bagi eksportir Indonesia maupun importir Kanada karena produk menjadi lebih kompetitif di sebagian segmen pasar Kanada. Ada beberapa langkah sukarela global yang berlaku secara global untuk industri perhiasan yang mencerminkan kelestarian lingkungan dan praktik tanggung jawab sosial. Dalam kebanyakan kasus, tindakan sukarela yang ada difokuskan untuk menjawab tantangan yang terkait pada industri hulu di rantai nilai perhiasan, yaitu industri pertambangan batu mulia dan logam mulia. Berikut adalah beberapa langkah sukarela global yang ada saat ini:
  • Sertifikasi Responsible Jewellery Council (RJC) — RJC mengembangkan dua program sertifikasi, yaitu sertifikasi anggota RJC (RJC Member Certification) dan Sertifikasi Lacak Balak RJC atau RJC Chain-of-Custody (CoC) Certification. Yang disebut pertama adalah sertifikasi wajib bagi semua anggota RJC dengan menilai praktik bisnis mereka berdasarkan Kode Praktik RJC, yang merupakan standar untuk menangani masalah yang timbul dalam rantai pasok perhiasan terkait dengan etika bisnis, hak asasi manusia, dan kinerja sosial serta lingkungan hidup. Di sisi lain, RJC CoC Certification adalah standar sukarela yang berfokus pada alur logam mulia (yaitu: emas, platinum, paladium, dan rodium) di seluruh rantai pasok dan dikembangkan berdasarkan Kode Praktik RJC.[2]
  • Sertifikasi Jeweltree — Yayasan Jeweltree menyusun kriteria sertifikasi berdasarkan peraturan perundangan tingkat nasional dan standar praktik terbaik internasional dalam industri perhiasan. Kriteria audit mereka dirancang untuk perusahaan tambang kecil dan menengah, pembeli dari perusahaan tambang tradisional, dan praktik-praktik manufaktur. Perusahaan dapat memperoleh Sertifikasi Jeweltree setelah menjalani penilaian dengan mengacu pada seperangkat kriteria, yaitu hak asasi manusia, standar lingkungan, dan akuntabilitas yang transparan.[3]
  • Sertifikasi Certified Responsible Source™ — sertifikasi ini, yang dikembangkan SCS Global Services, bertujuan memberikan jaminan kepada konsumen terkait kepatuhan perusahaan pembuat perhiasan pada praktik-praktik keberlanjutan. Sertifikasi ini juga memastikan bahwa perusahaan menggunakan logam dan batu permata daur ulang dan tidak menjual bahan perhiasan dari lokasi dengan situasi konflik atau sumber-sumber ilegal.[4]
  • Sertifikasi Fairmined™ — Standar Fairmined diakui sebagai standar terkemuka global untuk penambangan emas, perak, dan platinum yang dilakukan secara bertanggung jawab. Standar ini didasarkan pada prinsip-prinsip ketertelusuran dan penjaminan. Standar ini mencakup empat aspek bisnis pertambangan emas, yaitu: (1) pelestarian lingkungan (misalnya: perlindungan pasokan air, penanganan bahan kimia secara aman dan mengurangi penggunaannya atau proses operasi skala kecil yang bebas bahan kimia, berdampak lingkungan rendah, dan meninggalkan warisan lingkungan yang positif); (2) kondisi kerja (misalnya, hak-hak pekerja untuk berorganisasi, pekerjaan yang stabil bagi penambang, dan tempat kerja yang sehat dan aman untuk penambang); (3) pembangunan sosial (misalnya: tidak terkait dengan situasi konflik, tidak ada pekerja anak, kesetaraan gender, dan ada upaya memajukan kesejahteraan masyarakat); dan (4) pengembangan organisasi (misalnya, operasi pertambangan legal, organisasi yang kuat dan diberdayakan, ada jaminan harga minimum, dll).[5]   
  • Standar Emas Bebas Konflik — disusun oleh World Gold Council, standar ini memberikan mekanisme umum bagi produsen emas dalam memberikan jaminan kepada pemangku kepentingan bahwa penambangan emas mereka “tidak menyebabkan, membantu, atau menguntungkan konflik bersenjata ilegal atau berkontribusi pada pelanggaran HAM berat atau pelanggaran hukum kemanusiaan internasional”.[6]

Selain langkah-langkah sukarela yang dikembangkan berbagai organisasi tersebut di atas, Organisasi Standardisasi Internasional (ISO) juga telah mengembangkan standar yang dapat diterapkan oleh berbagai pemangku kepentingan dalam rantai pasok perhiasan. Standar-standar ini mencakup:[7]

  • ISO 11210: 2014 —untuk menentukan kadar platinum dalam campuran perhiasan platinum dengan menggunakan metode gravimetri;
  • ISO 11596: 2008 — untuk mengambil sampel campuran logam mulia guna menentukan dan di dalam perhiasan serta produk terkait;
  • ISO 11426: 2014 — untuk menentukan kadar emas dalam campuran perhiasan emas dengan metode cupellation (asai dengan api);
  • ISO 11427: 2014 — untuk menentukan kadar perak dalam campuran perhiasan perak menggunakan metode volumetrik dengan kalium bromida;
  • ISO 11490: 2015 — untuk menentukan kadar paladium dalam campuran perhiasan paladium dengan menggunakan penetapan gravimetri;
  • ISO 11494: 2014 — untuk menentukan kadar platinum dalam campuran perhiasan platinum menggunakan metode ICP-OES;
  • ISO 11495: 2014 — untuk menentukan kadar paladium dalam campuran perhiasan paladium menggunakan metode ICP-OES;
  • ISO 13756: 2015 — untuk menentukan kadar perak dalam campuran perhiasan perak menggunakan metode volumetrik dengan natrium klorida atau kalium klorida;
  • ISO 9001: 2015 — skema sertifikasi ini berfokus pada persyaratan umum sistem manajemen mutu yang harus diterapkan oleh setiap organisasi yang perlu menunjukkan kemampuannya untuk secara konsisten menyediakan barang dan/atau jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan serta sesuai persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku.[8]
  • ISO 14001: 2015 — standar ini menetapkan persyaratan untuk setiap organisasi yang berupaya mengelola tanggung jawab lingkungannya secara sistematis.[9]
 
[1] www.tenthousandvillages.com/yasan-mitra-bali
[2] Responsible Jewellery Council, Sertifikasi RJC, http://www.responsiblejewellery.com/rjc-certification/ (diakses pada 29 November 2016).
[3] The Jeweltree Foundation, Label Mutu Kami, http://jeweltreefoundation.org/jewellery.html#label.html (diakses pada 29 November 2016).
[4] SCS Global Services, Sertifikasi Sumber Pengadaan yang Bertanggung Jawab, https://www.scsglobalservices.com/certified-responsible-source-jewelry (diakses pada 29 November 2016).
[5] Fairmined, Standar Emas Fairmined, http://www.fairmined.org/the-fairmined-standard/ (diakses pada 29 November 2016).
[6] World Gold Council, Standar Emas Bebas Konflik, https://www.gold.org/sites/default/files/documents/Conflict_Free_Gold_Standard_English.pdf (diakses pada 29 November 2016).
[7] International Organization for Standardization, Standar, http://www.iso.org/iso/home/search.htm?qt=jewellery&published=on&active_tab=standards&sort_by=rel (diakses pada 29 November 2016).
[8] International Organization for Standardization, Standar: ISO 9000 – Manajemen Mutu http://www.iso.org/iso/home/standards/management-standards/iso_9000.htm (diakses pada 6 Oktober 2016).
[9] International Organization for Standardization, Standar: ISO 14000 – Pengelolaan Lingkungan http://www.iso.org/iso/home/standards/management-standards/iso14000.htm (diakses pada 6 Oktober 2016).