Persyaratan Mutu Selimut Bayi Uni Eropa   

Meskipun angka kelahiran di Eropa menurun, pasar Eropa untuk selimut bayi tetap menjadi pasar yang besar dan menarik bagi para eksportir negara-negara berkembang. Jerman, Inggris dan Polandia adalah pasar selimut bayi yang sangat menarik. Keberhasilan eksportir Indonesia memasarkan produk ini di Eropa akan dipengaruhi oleh persyaratan pasar yaitu memenuhi tren di Uni Eropa:  keberlanjutan, daya tahan dan bersifat individu.

Deskripsi Produk

Selimut bayi adalah selimut lembut dirancang untuk menutupi bayi dengan aman untuk kehangatan, sebagai penutup untuk menyusui, sebagai tempat yang aman untuk meletakkan bayi untuk tidur siang atau sebagai rasa aman bagi bayi melalui lampin. Selimut bayi bisa terbuat dari katun atau bahan sintetis. 

Klasifikasi Selimut Bayi: 
  • Harmonized System (HS): Di Eropa, kode HS berikut digunakan sebagai kode untuk perdagangan selimut bayi dan travelling rugs:
  • 6301.2000: blankets (other than electric blankets) and travelling rugs, of wool or of fine animal hair
  • 6301.3000: blankets (other than electric blankets) and travelling rugs, of cotton
  • 6301.4000: blankets (other than electric blankets) and travelling rugs, of synthetic fibres
  • 6301.9000: other blankets and travelling rugs
  • Prodcom: kode prodcom berikut digunakan untuk menunjukkan produksi selimut dan karpet perjalanan Eropa:
  • 1392.1130: blankets and travelling rugs of wool or fine animal hair (excluding electric blankets)
  • 1392.1150: blankets and travelling rugs of synthetic fibres (excluding electric blankets) 
  • 1392.1190: blankets (excluding electric blankets) and travelling rugs of other textile materials
Mutu:
  • Fungsionalitas: Menjaga bayi tetap hangat hanya salah satu tujuan utama dari selimut bayi. Produk ini juga dapat digunakan sebagai penutup untuk menyusui atau lampin. Selimut bayi yang bagus terbuat dari kain berpori yang tidak terlalu panas untuk bayi.
  • Kualitas bahan baku: Selimut bayi biasanya terbuat dari katun yang berpori dan lembut atau bahan sintetis seperti flanel, bulu domba atau benang akrilik. Bahan lain yang dapat digunakan adalah wol, kasmir, bambu, sutra dan campuran. Selimut bayi dapat diproduksi secara manual atu dengan mesin.
  • Daya tahan: Selimut bayi harus mudah dibersihkan menggunakan mesin cuci. Produk tidak boleh mengecil dan warnanya menjadi pudar karena pembersihan dan pengeringan.
  • Desain: Warna berani dan menyenangkan dengan aksen halus biasanya dipilih sebagai warna selimut bayi. Teknik pembuatan selimut bayi biasanya ditenun atau dirajut. Ukuran umum untuk berbagai jenis selimut bayi adalah:
  • Selimut membedung: 70cm x 70cm
  • Menerima selimut: 75cm x 75cm
  • Knit throw: 90cm x 110cm
  • Selimut Crib: 115cm x 85cm
  • Ukuran lain juga dapat dipasarkan tetapi, ukuran ini harus dikomunikasikan kepada  importir Eropa.
Pelabelan:
  • Label untuk transportasi harus mencakup informasi tentang produsen, penerima barang, komposisi dan ukuran, jumlah keping, box dan jumlah box, berat bersih dan kotor.
  • Informasi penting tentang produk atau kemasan pada label selimut bayi adalah: komposisi, ukuran, asal dan cara perawatan. 
Pengemasan:
  • Dalam pengiriman selimut bayi, produk ini harus dikemas sesuai dengan instruksi pembeli. Biasanya: kemasan terdiri dari pembungkus plastik untuk melindungi selimut dari air, radiasi matahari dan pewarnaan. 
  • Dalam penjuakannya, selimut bayi biasanya ditampilkan tanpa kemasan, sehingga membuat kemasan konsumen yang menarik tidak terlalu penting. Secara umum, kemasan konsumen bisa sederhana dalam desain, misalnya kertas sederhana atau pembungkus plastik.

Persyaratan Pasar Eropa.

Persyaratan Legal (Legal Requirements)
  • Keamanan Umum Produk: The General Product Safety Directive (GPSD) menyatakan bahwa semua produk yang dipasarkan di Uni Eropa harus aman digunakan. Bahkan jika tidak ada persyaratan legal khusus yang ditetapkan pada produk selimut bayi dan penggunaannya, The General Product Safety Directive (Pedoman Keselamatan Produk Umum) tetap berlaku apabila ada persyaratan khusus yang berlaku untuk selimut bayi sebagai persyaratan tambahan, mencakup semua aspek keselamatan lainnya yang  tidak dijelaskan secara eksklusif dalam persyaratan legal khusus produk.
  • Chemicals-Restricted Substances: Uni Eropa membatasi beberapa bahan kimia dalam produk yang dipasarkan di Eropa. Pembatasan ini tercantum dalam peraturan REACH. Apbila selimut bayi diberi warna, pastikan tidak menggunakan pewarna azo apa pun yang melepaskan salah satu dari 22 amina aromatik yang dilarang.
  • Selanjutnya, penghambat nyala api (flame-retardants) yang diperbolehkan dibatasi penggunaannya, di mana Tris (2,3 dibromopropyl) fosfat (TRIS); Tris (aziridinyl) phosphineoxide (TEPA) dan Polybromobiphenyles (PBB) dilarang dalam produk yang dipegunakan untuk bersentuhan dengan kulit.
  • Labelling-specific rules for textiles: Peoduk tekstil harus diberi label atau ditandai dengan menunjukkan komposisi serat kselam produk tersebut dipasarkan dan harus tahan lama serta mudah terbaca, terlihat dan dapat diakses. Tujuan utama dari Peraturan Tekstil Uni Eropa adalah untuk memastikan bahwa konsumen, ketika membeli produk tekstil, memperoleh infomasi tentang komposisi serat yang akurat.
  • CE-marking toys: Selimut bayi dapat dianggap sebagai mainan, oleh karena itu, tanda CE perlu ditempelkan pada produk agar dapat dipasarkan di Eropa. Penandaan CE menunjukkan bahwa suatu produk telah diverifikasi sebelum dipasarkan dan memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan Uni Eropa. Persyaratan  ditetapkan untuk berbagai kategori, termasuk mainan (Toys Safety Directive 2009/48 / EC).
Persyaratan Tambahan.
  • Social performance: Perusahaan eksportir dapat membedakan diri dengan lainnya dengan keberlanjutan. Sarana menawarkan produk yang berkelanjutan sangat banyak,  diantaranya: mulai dari daur ulang hingga sertifikasi dan penggunaan label. Isu keberlanjutan sangat relevan dengan selimut bayi. Dua inisiatif ritel telah mendapatkan cukup banyak pengaruh terutama di negara-negara Eropa Barat:
  • The Business Social Compliance Initiative (BSCI): BSCI telah dikembangkan oleh peritel Eropa untuk memperbaiki kondisi sosial di negara-negara asal produk. Pemasok peserta BSCI diharapkan mematuhi code of conduct BSCI. Untuk membuktikan kepatuhan, proses produksi di negara asal dapat diaudit atas permintaan importir. Setelah perusahaan diaudit, perusahaan tersebut akan direkam pada database yang dapat digunakan oleh semua anggota BSCI.
  • The Ethical Trading Initiative (ETI): ETI adalah aliansi perusahaan, serikat pekerja, dan organisasi sukarela yang bekerja dalam kemitraan untuk meningkatkan kehidupan pekerja, di seluruh dunia.
Persyaratan Ceruk (Niche Requirements):  
  • Meskipun sertifikasi keberlanjutan tidak banyak digunakan di sektor tekstil, terutama untuk pakaian tidur, memeiliki sertifikasi keberanjutan akan lebih baik. Ada beberapa eco-label yang perlu dicermati, yang digunakan untuk pakaian tidur. Eco-label ini sarana untuk menunjukkan keberlanjutan, sehingga akan mendorong minat  pembeli.
  • Global Organic Textile Standard (GOTS) adalah standar pengolahan tekstil untuk serat organik; OEKO-TEX adalah tidak menggunakan bahan kimia berbahaya apad tekstil; dan European Union’s Ecolabel juga mencari opsi ramah lingkungan. Nordic Swan eco-label digunakan di Swedia, Norwegia, Finlandia, Denmark dan Islandia untuk produk tekstil.