Prosedur Pemeriksaan Ekspor & Impor Kopi Instan   

Contoh standar SN/T 1391-2004: prosedur pemeriksaan ekspor impor kopi instan:
  1. Memasukkan berbagai unsur GB 4789 mengenai keamanan pangan seperti sub bagian no. 3 untuk e.coli, no. 4 untuk salmonela, dan lain-lainnya. Juga memasukkan berbagai bagian GB 5009 seperti no. 11 mengenai arsenik, no. 12 mengenai timbal, dan lainnya.
  2. Pengetesan dilakukan untuk setiap batas kelipatan 1500 piece. Jumlah sampel untuk 500 piece – 6 buah, 1000 piece – 10 buah, 1500 buah – 12 buah). Untuk produk yang telah di kemas, maka setiap piece yang diambil minimum 100g; jika belum dikemas juga sama namun dengan prosedur higenitas tambahan dengan minimum 100g.
  3. Pengetesan indera pembau: Mengambil sekitar 5g sampel, diletakkan di atas kertas putih untuk diamati bentuknya, lalu dicampur dengan air mendidih 80 derajat untuk membau. Kemudian setelah dua menit dilihat apakah ada endapan.
  4. Pengetesan-pengetesan lain dilakukan sesuai dengan GB 4789 dan GB 5009 yang direferensikan pada awal standar ini.
  5. Kemasan: Mengikuti standar kemasan di RRT, jika tidak ada maka harus menunjukkan kesesuaian dengan standar negara eksportir. Kemasan harus tidak ada cacat, kuat, bersih, kering, tidak beracun, label jelas. Pengecekan juga dengan label yang sebelumnya telah didaftarkan. Beberapa detail yang berkenaan dengan pelabelan :
    • Setiap olahan kopi harus mendapatkan audit CCIB (China Commodity Inspection Bureau) dan harus mencantumkan label tersebut pada kemasan sebelum memasuki RRT.
    • Kemasan konsumen pada kopi instan harus memasukkan nama, bahan yang digunakan/komposisi, negara asal, tanggal produksi, informasi penyimpanan, tanggal kadaluwarsa dan nama penanggung jawab distribusi di RRT.
    • Label dengan terjemahan bahasa mandarin yang ditempelkan harus ditempel pada posisi yang sama. Sampel dengan penempelan stiker tersebut akan diverifikasi oleh CIQ.
  6. Pengambilan kesimpulan pengetesan: Jika sesuai maka akan diberikan keterangan memenuhi standar yang berlaku selama dua bulan. Jika tidak sesuai maka diperbolehkan melakukan ujicoba ulang maksimum 1x dengan jumlah sampel yang diperbesar.