Persyaratan Mutu Produk Perikanan Uni Eropa   

Persyaratan Produk Perikanan

:: Ekstrak Rumput Laut :: Rumput Laut untuk Kesehatan ::

Uni Eropa menerapkan persyaratan mutu ikan dan produk perikanan sangat ketat, Persyaratan ini harus dipenuhi oleh eksportir untuk memasarkan produknya di Uni Eropa. Persyaratan produk perikanan terdiri dari: Persyaratan Wajib, Persyaratan Pembeli dan Persyaratan Ceruk Pasar.

Persyaratan Wajib.

Untuk ekspor produk perikanan ke Uni Eropa, setiap eksportir harus terdaftar sebagai tanda persetujuan untuk ekpsor ke Uni Eropa. Persetujuan ini merupakan titik awal bahwa eksportir telah memenuhi standar kesehatan produk sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Untuk ekspor produk perikanan, eksportir harus menyertakan sertifikat kesehatan dan sertifikat tangkapan ikan  (ikan tangkap) sebagai bukti bahwa pengakapan ikan dilakukan secara legal.
Indonesia termasuk salah satu negara yang mendapat persetujuan untuk ekpsor ikan ke Uni Eropa., bagi ekportir ikan Indonesia sangat penting bahwa Indonesia termasuk dalam daftar negara yang disetujui untuk ekspor ikan ke Uni Eropa.
Persetujuan diberikan berdasarkan kesesuaian dengan sistem pengawasan dan kesehatan masyarakat. Dengan kata lain, Indonesia harus dapat memastikan bahwa produk perikanan yang diekspor memenuhi standar kesehatan Uni Eropa, dan perseujuan kepada negara pengekspor adalah bagian dari sistem pengawasan di Uni Eropa.
Pemerintah Indonesia memiliki otoritas/kewenangan untuk memberikan persetujuan kepada eksortir (perusahaan dan kapal-kapal penangkap ikan).
Daftar eksportir Indonesia yang disetujui untuk ekspor ikan ke Uni Eropa dapat dilihat disini.
 
Tip:
  • Indonesia telah mendapat persetujuan untuk ekpsor ikan ke Uni Eropa. Proses pendaftaran eksportir di Uni Eropa melalui lembaga berwenang nasional. Lembaga ini  mengajukan permintaan resmi kepada Direktorat Jenderal Kesehatan dan Perlindungan Konsumen Komisi Eropa. 
  • Untuk mendapat persetujuan, perusahaan (eksportir) harus diperiksa oleh lembaga berwenang di Indonesia dan harus memenuhi persyaratan keamanan Uni Eropa. Hanya lembaga ini yang dapat mengusulkan perusahaan (eksportir) untuk mendapat persetujuan dari Uni Eropa. 
Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan untuk mencegah penangkapan ikan ilegal.
Sertifikasi hasil tangkapan ikan mempunyai tujuan untuk mencegah penangkapan ikan ilegal. Untuk mencegah penangkapan ikan (di alam/di laut) ilegal, ikan yang diekspor atau dikapalkan ke Uni Eropa harus dilengkapi dengan sertifikat hasil tangkapan Ikan. Eksportir harus meminta sertifikat hasil tangkapan ikan untuk ikan yang akan dikespor ke Uni Eropa, dan menyampaikan permintaan sertifikasi kepada lembaga berwenang di Indonesia.

Tip:
  • Baca lebih lanjut tentang sertifikat hasil tangkapan ikan pada halaman pengendalian penangkapan ikan illegal di EU Trade Helpdesk.
Sertifikat kesehatan sebagai jaminan resmi
Ikan yang diekspor ke Uni Eropa harus dilengkapi dengan sertifikat kesehatan. Selain menjamin bahwa sistem pengawasan dan kesehatan setara dengan standar Uni Eropa, sertifikat kesehatan yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang sekaligus menjamin konsinyasi yang dikirim telah memenuhi persyaratan Uni Eropa.
 
Tip:
  • Sertifikat kesehatan berfungsi sebagai jaminan bahwa ikan yang diekspor ke Uni Eropa memenuhi persyaratan kesehatan yang diwajibkan. 
Higienis adalah hal paling utama
Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi produk perikanan, tetapi secara garis besar, persyaratan ini terkait dengan kebersihan. Persyaratan ini meliputi standar kesehatan, termasuk bahan kontaminan dan kontaminan mikrobiologis. Selain itu, ada juga persyaratan pengemasan dan penyimpanan dengan suhu yang dikendalikan, termasuk selama pengiriman. Penerapan HACCP adalah salah satu tindakan yang perlu dilakukan.

Tip:
  • Karena pembeli sangat memerhatikan tingkat kebersihan tempat, perusahaan eksportir harus melakukan tindakan yang diperlukan. Pelajari lebih lanjut tentang kebersihan di pengawasan kesehatan di EU Trade Helpdesk.
Kontaminan – dibatasi dan diuji
Kontaminan dapat mencemari produk pangan selama berbagai tahapan pengolahan atau kontaminasi lingkungan. Kontaminan ini dibatasi dalam regulasi Uni Eropa, misalnya: logam berat seperti timbal, kadmium, merkuri, dioksin, PCP dan PAH. Ikan untuk pasar Uni Eropa biasanya diuji sebelum dikapalkan, pengujian dapat dilakukan di laboratorium milik pribadi pembeli atau di laboratorium ternama, agar tidak terjadi penolakan di pelabuhan bongkar yang dapat memakan biaya.
 
Tip:
  • Produk perikanan akan diuji atas kontaminan sebelum dipasarkan di Uni Eropa. Pelajari lebih lanjut tentang kontaminan di EU Trade Helpdesk.
Kontaminasi mikrobiologis – cegah dengan tindakan higienis
Kontaminasi mikrobiologis adalah pencemaran bakteri secara tidak sengaja pada udang dan menjadi bagian dari standar kesehatan ikan seperti yang ditetapkan pada Regulation (EC) No 2073/2005. Tingkat histamin yang tinggi adalah contoh kontaminasi mikrobiologis yang disebabkan oleh pengaturan suhu yang kurang baik. Sama halnya dengan kontaminan, kontaminasi mikrobiologis akan diperiksa pada udang untuk pasar Uni Eropa.
 
Tip:
  • Kontaminasi mikrobiologis dapat dicegah dengan tindakan higienis yang benar. Pastikan Anda memiliki hal ini. Untuk kasus histamin, misalnya, pendinginan instan bagi ikan dan pengaturan suhu yang tepat di semua tahapan harus dilakukan. Baca lebih lanjut tentang kontaminasi mikrobiologis dan pengawasan kesehatan di EU Trade Helpdesk.

Persyaratan Pembeli.

Industri perikanan Uni Eropa memiliki persyaratan ketat yang ditetapkan melalui regulasi untuk mencegah masuknya produk yang tidak memenuhi standar di pasar. Untuk ini, pembeli di Uni Eropa menghendaki adanya sertifikasi keamanan pangan.
Karena keamanan pangan menjadi prioritas utama pada sektor pangan di Uni Eropa, pelaku usaha pada sektor ini akan meminta jaminan tambahan dari Anda dalam bentuk sertifikasi.
 
Sertifikasi keamanan pangan sebagai jaminan tambahan
Sertifikasi keamanan pangan yang sering diminta pada sektor perikanan adalah Iinternational Featured Standards (IFS) dan/atau British Reatil Consrtium (BRC). Pembeli yang lain mungkin lebih menyukai skema sertifikasi tertentu dibanding skema lainnya, misalnya BRC lebih sering diminta di Inggris. Kedua skema tersebut, IFS dan BRC dikenal di beberapa pasar Eropa. Penting bagi eksportir Indonesia untuk memiliki salah satu skema sertifikasi ini jika ingin memasuki pasar Uni Eropa. Ruang lingkup kedua skema ini berdasarkan HACCP dan terdapat beberapa persamaan.
 
Tip:
  • Persiapan masuk pasar Uni Eropa, diantaranya adalah sertifikasi BRC dan/atau IFS, maka penting bagi eksportir Indonesia untuk mempelajari standar tersebut. Informasi tentang skema dimaksud dapat dilihat pada ITC Standards Map: BRC and IFS.

Persyaratan Ceruk Pasar.

Saat ini, ceruk pasar produk perikanan dengan ecolabel mulai berkembang, terutama di pasar Uni Eropa utara dan barat. Pertumbuhan pasar ini diharapkan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
 
Produk perikanan dengan ecolabel
Produk dengan ecolabel makin mendapatkan tempat di beberapa pasar Eropa, terutama di Eropa utara dan barat, termasuk Belanda dan Jerman. Pelabelan ramah lingkungan akan semakin penting di masa mendatang. Untuk produk perikanan yang ditangkap dari alam, skema sertifikasi utamanya adalah MSC, sedangkan sertifikasi ASC akan menjadi sertifikasi penting untuk produk perikanan akuakultur.
 
Tip:
  • Karena banyak pelaku usaha di utara dan barat Eropa yang tertarik dengan produk ecolabel, sertifikasi ini membuka peluang pasar di negara-negara ini. Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut tentang hal ini di laman tentang skema sertifikasi terkait dan/atau membaca skema ini di ITC’s Standards Map, disini: MSC and ASC. Untuk ikhtisar lengkap skema-skema sertifikasi di bidang perikanan, lihat Standards Map database