Persyaratan Wajib Makanan Olahan Uni Eropa   

Keamanan pangan dan pemberian informasi yang benar kepada konsumen

Berikut adalah persyaratan wajib yang harus Anda penuhi untuk memasarkan produk makanan olahan di Uni Eropa. Perhatikan jenis produk dimana persyaratan ditetapkan.
  • Keamanan pangan dan pengawasan kesehatan – berlaku untuk semua produk makanan.
  • Kontaminasi – berlaku untuk semua produk makanan.
  • Komposisi – berlaku untuk semua produk makanan dan persyaratan tertentu berlaku untuk jus buah, selai buah, jeli, marmalade dan pureé chestnut yang dimaniskan.
  • Pelabelan – untuk semua makanan dalam kemasan dan persyaratan tertentu berlaku untuk jus buah, selai buah, jeli, marmalade dan pureé chestnut yang dimaniskan.
  • Bahan yang bersinggungan dengan makanan untuk semua makanan  dalam kemasan.
Keamanan pangan: Penelusuran, kebersihan dan pengendalian
Keamanan pangan adalah isu penting dalam legislasi makanan Uni Eropa. General Food Law adalah perundangan kerangka kerja legislatif untuk keamanan pangan di Uni Eropa. Untuk menjamin keamanan pangan dan dapat melakukan tindakan yang tepat dalam penyelesaian kasus makanan yang tidak aman, produk makanan harus dapat ditelusuri ke seluruh rantai pasok dan risiko kontaminasi harus minimum. Salah satu aspek penting dalam mengendalikan bahaya keamanan pangan adalah dengan mendefinisikan titik kendali kritis (HACCP) dengan melakukan prinsip pengendalian makanan. Aspek penting lainnya adalah memeriksakan produk makanan kepada otoritas pengawas. Produk yang dianggap tidak aman tidak akan dapat masuk ke Uni Eropa.
 
Pengendalian makanan yang diimpor ke Uni Eropa
Bila terjadi pengulangan ketidaksesuaian dari produk yang berasal dari negara tertentu, produk tersebut dapat diimpor dengan persyaratan yang lebih ketat seperti penyertaan sertifikat kesehatan dan laporan analisa pengujian. Produk dari negara yang telah menunjukkan pengulangan ketidaksesuaian akan dimasukkan dalam daftar pada lampiran regulasi - Regulation (EC) 669/2009.  Saat ini, buah-buahan dan sayur beku dan yang dikeringkan (residu pestisida) dan kacang tanah (aflatoksin) dari berbagai negara (misalnya, Brasil, India, Ghana, Thailand) ada dalam daftar.  
 
Tip:
  • Lihat di EU’s Rapid Alert System for Food and Feed (RASFF) database untuk contoh penarikan dari pasar dan alasan penarikan.
  • Pembeli Uni Eropa akan meminta penjual untuk melaksanakan sistem manajemen keamanan pangan berdasarkan prinsip HACCP (lihat di Persyaratan umum).
  • Baca lebih lanjut tentang HACCP dan pengawasan kesehatan di EU Export Helpdesk.
  • Jawaban pertanyaan tentang pengawasan kesehatan dapat merujuk pada dokumen panduan Uni Eropa.
  • Lihat bila ada kenaikan tingkat pengawasan untuk produk dan negara Anda. Daftarnya di-update secara teratur. Periksa laman EUR-Lex untuk melihat daftar terkini (lihat di Amended by).
  • Baca lebih lanjut tentang pengawasan kesehatan di EU Export Helpdesk.
Hindari kontaminasi untuk memastikan keamanan pangan 
Kontaminan adalah zat yang mencemari produk  yang dapat terjadi pada tahap penanaman, pengolahan, pengemasan, pengiriman dan penyimpanan. Beriku adalah berbagai jenis kontaminsi:
  • Nitrat: Tingkat maksimum 2.000 mg NO-3/kg diterapkan pada bayam beku (lihat bagian 1 dari Annex of Regulation (EC) No 1881/2006)
  • Aflatoksin: Batasan ditetapkan untuk aflatoksin B1, B2, G1 and G2 dalam kacang yang dapat dimakan dan buah yang dikeringkan (lihat bagian 2 dari Annex of Regulation (EC) No 1881/2006)
  • Okratoksin A (OTA): berlaku untuk buah tanaman merambat (currant, kismis dan sultanas) dan jus anggur (lihat bagian 2 dari Annex of Regulation (EC) No 1881/2006). OTA sulit dihindari karena berhubungan dengan kondisi iklim.
  • Patulin: untuk berbagai jenis jus buah, batasan antara 10 dan 50 μg/kg berlaku (lihat bagian 2 dari Regulation (EC) No 1881/2006).
  • Logam berat: Batasan untuk timbal (pada buah, jus buah, berbagai jenis sayuran), kadmium (buah dan sayuran) dan kaleng (makanan dan minuman kaleng) (lihat bagian 3 dari Annex of Regulation (EC) No 1881/2006)
  • Mikrobiologis: menurut Regulasi Uni Eropa, salmonella adalah sumber kontaminasi dalam jus buah dan sayuran yang tidak dipasteurisasi dan tidak boleh mencemari produk. Dari 5 sampel E-coli, hanya 2 sampel yang mempunyai nilai antara 100 cfu/g dan 1 000 cfu/g. Buah-buahan dan sayuran olahan lainnya serta kacang yang dapat dimakan tidak memiliki persyaratan di Uni Eropa, tetapi Otoritas keamanan pangan dapat menarik produk makanan impor dari pasar atau mencegah produk tersebut masuk ke pasar bila ditemukan salmonella.
  • Pestisida: Uni Eropa telah menetapkan Batas Residu Maksimum atau maximum residue levels (MRLs) untuk pestisida di dalam produk makanan. Produk yang mengandung kadar pestisida yang tinggi akan ditarik dari pasar Uni Eropa.
  • Benda asing: kontaminasi benda asing seperti plastik dan serangga akan membahayakan bila prosedur keamanan pangan tidak diikuti dengan seksama.

Tip:

  • Pahami praktik yang lebih baik untuk penanaman, pengeringan, pengolahan dan penyimpanan, serta diskusikan hal ini dengan pemasok Anda. 
  • Untuk informasi lebih lanjut tentang penyimpanan yang aman dan pengiriman buah-buahan, sayur olahan dan kacang-kacangan yang dapat dimakan, rujuk ke website Transport Information Service.
  • Lihat lembar fakta dari Komisi Eropa tentang kontaminan makanan "Managing food contaminants: how the EU ensures that our food is safe".
  • Baca lebih lanjut tentang kontaminan di EU Export Helpdesk.
  • Radiasi adalah salah satu cara untuk menghilangkan kontaminasi mikrobiologi tetapi hal ini tidak diperbolehkan oleh Regulasi Uni Eropa untuk buah-buahan, sayur olahan dan kacang-kacangan yang dapat dimakan.
  • Untuk mengetahui batas maksimum residu (MRL) produk Anda, Anda dapat menggunakan MRL database, dimana dalam database tersebut terdapat informasi MRL yang telah diharmonisasi.  MRL dapat dicari melalui produk atau jenis pestisida yang digunakan.
  • Cara terbaik mengurangi jumlah pestisida adalah dengan menerapkan Integrated Pest Management (IPM), yaitu strategi pengendalian hama pertanian yang menggunakan strategi saling melengkapi termasuk praktik penanaman dan  pengelolaan penggunaan bahan kimia.
Komposisi produk
Produk dapat ditolak oleh pembeli atau oleh otoritas Bea Cukai Uni Eropa bila produk tersebut tidak dideklarasikan, tidak diotorisasi, atau mengandung bahan tambahan (aditif) yang melampaui  ambang batas maksimum.  Terdapat peraturan khusus untuk aditif (misalnya pewarna, pengental) dan perisa yang menyebutkan E-numbers dan bahan-bahan yang boleh digunakan. Jika Anda menambahkan vitamin, Anda harus mengetahui jenis vitamin (lihat Annex I) dan sumbernya, formula vitamin serta mineral yang diperbolehkan. (lihat Annex II).
Regulasi khusus mengenai komposisi diterapkan untuk jus buah, selai buah, jeli, marmalade dan pureé chestnut yang dimaniskan. Regulasi ini menunjukkan bahan baku dan aditif yang dapat digunakan.

Tip:

  • Lihat Persyaratan Umum tentang pewarna alami, pengental dan perisa untuk informasi lebih lanjut.
  • E-number menunjukkan persetujuan Uni Eropa atas aditif yang boleh digunakan. Untuk mendapatkan E-number, aditif harus dievaluasi untuk keamanan oleh otoritas keamanan pangan yang berwenang di Uni Eropa (EFCH). Ikhtisar tentang E-number dapat dilihat pada lampiran  Regulation 1333/2008 (versi Consolidated versions).
Pelabelan
Jika Anda memasok produk konsumen (misalnya: makanan/minuman dalam kaleng, botol atau kemasan kardus), Anda harus mempertimbangkan persyaratan pelabelan yang tercantum dalam Directive 2001/13/EC. Directive ini mensyaratkan Anda untuk memberi informasi kepada konsumen tentang komposisi bahan, perusahaan manufaktur, metode penyimpanan dan penyiapan produk Anda. Khusus untuk jus buah,selai buah, jeli,marmalade dan pureé chestnut yang dimaniskan telah diadopsi peraturan khusus tentang informasi kepada konsumen. Untuk makanan yang dibekukan (dengan cepat) diterapkan pelabelan khusus dan persyaratan kualitas.
 
Klaim tentang nutrisi dan kesehatan 
Klaim tentang nutrisi dan kesehatan ditujukan sebagai informasi yang menyarankan atau menunjukkan bahwa makanan mempunyai karakteristik manfaat, dan informasi tersebut tidak boleh menyesatkan. Oleh karena itu, hanya klaim tentang nutrisi dan kesehatan yang disetujui Uni Eropa yang boleh dicantumkan. Jika ada klaim tentang nutrisi dan kesehatan yang baru, klaim tersebut harus disetujui sebelumnya oleh European Food Safety Agency (EFSA).
 
Alergen
Produk dalam kemasan yang mengandung alergen (seperti pada: kacang tanah, almond, hazelnut, walnut, kacang mete, pecan nut, Brazil nut, kacang arab (pistachio), macadamia nuts dan Queensland nuts serta produk turunannya) harus diberi label yang jelas terlihat oleh konsumen bahwa produk tersebut mengandung alergen.
Tip:
  • Pada Desember 2014 Peraturan Uni Eropa 1169/2011 mulai berlaku. Regulasi pelabelan ini mengubah regulasi sebelumnya. Sebagai contoh: alergen harus digarisbawahi atau di-highlight dalam daftar komposisi bahan. Persyaratan informasi tentang alergen juga mencakup makanan tanpa kemasan yang dijual di restoran dan café. 
  • Baca lebih lanjut tentang pelabelan makanan  pada EU Export Helpdesk.
  • Lihat pada lampiran (Annex IIIa)  Direktif 2001/13/EC untuk informasi semua alergen.
Bahan yang bersinggungan dengan makanan
Untuk bahan kemasan yang bersinggungan dengan makanan (misalnya, kaleng, botol) diterapkan persyaratan pengendalian kesehatan . Bahan kemasan yang bersinggungan dengan makanan harus diproduksi sedemikian rupa sehingga bahan tersebut tidak memindahkan zat pada makanan dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, mengubah komposisi makanan dengan cara yang tidak diperbolehkan atau memperburuk citarasa serta menyebabkan bau pada makanan. 
 
Tip:
  • Regulasi Uni Eropa tentang bahan yang bersinggungan dengan makanan cukup komperhensif dan tidak mudah untuk membuktikan kepada importir bahwa produk Anda memenuhi semua persyaratan. Oleh karena itu, importir produk makanan Uni Eropa membutuhkan dokumentasi tentang toksikologi dan penilaian risiko dari migrasi zat kimia yang berasal dari bahan kemasan makanan dan/atau membutuhkan deklarasi kesesuaian. 
Ikhtisar lengkap persyaratan untuk buah-buahan dan sayuran olahan serta kacang yang dapat dimakan: 
Daftar persyaratan yang lengkap dan terkini, dapat dilihat pada EU Export Helpdesk dengan mencari informasi tentang persyaratan melalui kode produk makanan olahan pada Bab  07, 08 dan 20.