Persyaratan Pembeli Umum Uni Eropa - Kakao   

Keamanan Sertifikasi keamanan pangan sebagai penjamin ekstra

Karena keamanan pangan adalah prioritas utama di semua sektor makanan Uni Eropa, Anda bisa berharap para pemain di bidang ini menginginkan jaminan ekstra dalam bentuk sertifikasi. Kebanyakan pembeli UE (misalnya pedagang, pengolah makanan, pengecer) menginginkan implementasi sistem manajemen keamanan pangan (berdasarkan HACCP). Sistem manajemen keamanan pangan yang paling penting di Uni Eropa adalah BRC, IFS,FSSC22000 dan SQF.

Pembeli yang berbeda mungkin memiliki pilihan sistem manajemen yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum membandingkan satu sertifikasi dengan standar-standar ini, harus diketahui standar mana yang diperlukan (misalnya, pengecer di UK menginginkan BRC sedangkan pengecer di Eropa daratan lebih umum menggunakan IFS). Semua sistem manajemen yang telah disebutkan di atas diakui oleh Global Food Safety Initiative (GFSI) yang berarti semua standar tersebut dapat diterima oleh beberapa pengecer besar. Meskipun begitu, dalam prakteknya, beberapa pembeli tetap memiliki preferensi terhadap satu sistem manajemen khusus.
 
Tip:
  • Persiapan masuk pasar UE kemungkinan besar mensyaratkan implementasi sistem manajemen keamanan pangan sehingga penting bagi Anda untuk memahami hal ini.
  • Bila Anda berencana untuk menargetkan lebih dari satu pasar, periksa sistem manajemen makanan apa yang sering diminta. Pilihlah sistem manajemen yang diakui oleh GFSI.
  • Baca lebih lanjut tentang Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang berbeda diStandards Map.

Tanggung jawab sosial korporasi

Pembeli di UE (terutama yang berada di UE utara dan barat) menaruh perhatian terhadap isu sosial dan lingkungan. Banyak rantai supermarket dan pemain industri besar seperti Nestlé, Unilever, Kraft mengembangkan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Korporasi dan kebijakan sumber daya yang dapat memengaruhi Anda sebagai pemasok.

Persyaratan umum untuk ini adalah penandatanganan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) yang menyatakan Anda menjalankan bisnis dengan bertanggung jawab, yang berarti Anda (dan pemasok Anda) menghormati hukum lingkungan hidup dan ketenagakerjaan lokal, menjauhkan diri dari korupsi, dll.

Selain kode perusahaan individu, ada beberapa kode perusahaan yang digunakan industri dalam menjamin dan mengkomunikasikan kepedulian sosial mereka. Yang paling umum adalah BSCI dan SA 8000.

Perhatian atas keberlanjutan telah diformalisasi dalam beberapa kesepakatan dan kerjasama antara negara pengekspor, pembeli EU dan badan pemerintah sepeti International Cocoa Council. Kesepakatan ini berperan penting karena ditandatangani oleh para pemain industri yang (menjadi) penting seperti:
Tip:
  • Perlu disadari banyak isu keberlanjutan lingkungan dan sosial terjadi di tingkat petani (yang mungkinbukan bagian dari perusahaan Anda). Pikirkan bagaimana menjalankan bisnis yang bertanggung jawab di pemasok Anda. Untuk menguji keberlanjutan, Anda dapat meminta petani Anda untuk mengisi Farmer Self-Assessment dari Farmer Agriculture Initiative.
  • Definisi dan implementasikan Pedoman Perilaku Anda sendiri. Walau tidak disyaratkan oleh pembeli, ini merupakan cara baik dalam menunjukkan pembeli potensial pandangan Anda terhadap tanggung jawab korporasi. ISO 26000 memberikan panduan tentang bagaimana bisnis dan organisasi dapat menjalankan tanggung jawab sosial dengan bertindak secara etis dan transparansi dan berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan sosial.
  • Lihat apakah Anda dapat mengikuti panduan yang ditetapkan dalam kesepakatan industri. Hal inidapat menjadi titik awal sertifikasi produk Anda. Berpartisipasi atau datanglah ke pertemuan meja bundar atau seminar untuk bertemu dengan para pemain industri dan pemangku kepentingan lainnya.
  • Badan pemerintah seperti World Cocoa Foundation (WCF) dan International Cocoa Organization (ICCO) mempunyai program bagi yangmendukung produsen dalam menjalankan praktik berkelanjutan.

 

Sertifikasi keberlanjutan untuk pasar massal

Sertifikasi adalah cara umum untuk menunjukkan kesesuaian dengan kriteria CSR. Banyak sertifikasi berbeda yang berfokus pada isu yang juga berbeda dan populer di negara atau segmen yang berbeda. Sertifikasi pada awalnya berfokus pada isu lingkungan dan sosial. Sekarang ini, isu-isu semakin terintegrasi. Permintaan atas kopi yang tersertifikasi dimotivasi dengan tujuan ambisius dari pemain industri dan konsorsium seperti Sustainable Trade Initiative dalam mengingkatkan jumlah kopi berkelanjutan di pasar Uni Eropa. Sertifikasi yang paling umum dan digunakan oleh pengecer arus utama besar dan kecil adalah UTZ dan Rainforest Alliance. Skema Business-to-business (B2B) (tanpa logo di produk akhir) adalah juga cara baik untuk menanggapi isu keberlanjutan. Adalah skema B2B penting yang digunakan dalam sektor kopi. Sertifikasi massal berbeda dengan sertifikasi yang berfokus pada ceruk pasar (misalnya, organik, Fair Trade).
 
Tip:
  • Banyak skema sertifikasi yang memiliki alat dan tipe bantuan lain untuk menolong Anda memahami kriterianya dan menunjukkan bagaimana Anda dapat mendapatkan sertifikasi. Misalnya, UTZ memiliki alat untuk panduan perkebunan kopi dan e-learning. Rainforest Alliance menyediakan pelatihan online.
  • Baca lebih lanjut tentang sertifikasi di Standards Map.