Standar Sukarela Udang Kanada   

Salah satu cara umum untuk meningkatkan daya saing produk di pasar Kanada adalah petani dan pengolah udang menerapkan langkah-langkah sukarela umum yang diakui dan diterima di dunia dan di Kanada. Langkah semacam itu sering kali bermanfaat baik bagi eksportir Indonesia maupun importir Kanada karena produk yang diperdagangkan menjadi semakin kompetitif di pasar Kanada. Sebagian standar keberlanjutan sukarela utama yang berlaku secara internasional untuk makanan laut, termasuk udang, telah dirumuskan oleh Marine Stewardship Council (MSC), Aquaculture Stewardship Council (ASC), dan Best Aquaculture Practices (BAP) yang merupakan bagian dari Global Aquaculture Alliance (GAA).
 
Pembeli di Kanada berkepentingan untuk memastikan bahwa langkah-langkah sukarela diadopsi dan diterapkan secara konsisten oleh produsen dan pengolah udang di Indonesia. Berikut adalah beberapa langkah sukarela umum yang terkait dengan keselamatan makanan, manajemen keberlanjutan pangan, dan kinerja sosial yang dapat diterapkan oleh produsen dan pengolah udang Indonesia:
  • Aquaculture Stewardship Council (ASC) Shrimp Standards – Standar ini dimasukkan ke ASC pada tahun 2014 setelah bertahun-tahun dikembangkan oleh Shrimp Aquaculture Dialogue. Program sertifikasi ini berfokus pada perencanaan, pengembangan, dan pengoperasian budidaya udang. Program ini mencakup dampak lingkungan dan sosial dari budidaya udang, dengan memperhitungkan sistem produksi dan masukan langsung ke proses produksi, misalnya air, bahan kimia, pakan, dan benih yang digunakan serta buruh tani dan hubungan masyarakat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini, kunjungi ASC Shrimp Standard.
  • Best Aquaculture Practices (BAP) – Skema sertifikasi ini, yang merupakan bagian dari GAA, menetapkan standar sukarela untuk fasilitas budidaya perairan yang terkait dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan, kesejahteraan satwa, keselamatan makanan, dan ketertelusuran. Skema ini berlaku untuk udang kecil dan udang biasa air tawar di samping ikan hasil budidaya. Kunjungi tautan berikut untuk memperoleh informasi lebih lanjut: BAP Standards & Guidelines.
  • Global G.A.P. Aquaculture Standard – Standar ini menetapkan langkah-langkah kepatuhan hukum, keselamatan makanan, kesehatan dan keselamatan kerja bagi tenaga kerja, kesejahteraan satwa, serta pelestarian lingkungan dan ekologi. Standar ini mengambil pendekatan holistik dengan melihat rantai produksi secara menyeluruh, dari pemasok induk, bibit, dan benih untuk tahap pemeliharaan, panen, dan pengolahan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs Global G.A.P. Aquaculture Certification.
  • Marine Stewardship Council (MSC) – Standar ini berlaku untuk tangkapan liar dan mencakup keberlanjutan, ketertelusuran, dan pengelolaan yang efektif.
  • Monterey Bay Aquarium Seafood Watch – Membantu konsumen dan bisnis memilih boga bahari yang ditangkap atau dibudidayakan dengan cara-cara yang melestarikan lingkungan.
  • Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) – Ini adalah sistem manajemen risiko yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya terkait keselamatan makanan di seluruh rantai suplai.
  • FSSC 22000 Food Safety System – Skema sertifikasi ini berfokus pada keselamatan produk selama proses pembuatan, yang didasarkan pada ISO 22000 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Makanan.
  • Makanan Aman dan Berkualitas (Safe Quality Food atau "SQF") – Program sertifikasi ini berlaku untuk produsen utama, pengolah, distributor, dan pialang yang ingin menerapkan langkah-langkah keselamatan makanan secara sistematis dari tahap produksi hingga produk sampai di tangan konsumen.
 
Di samping langkah-langkah sukarela tersebut, International Organization for Standardization (ISO) telah merumuskan sejumlah standar yang dapat diterapkan oleh industri udang. Standar itu meliputi:
  • Keluarga ISO 22000 – Keluarga standar ini memuat pedoman mengenai manajemen keselamatan makanan, ketertelusuran, pembuatan makanan, pertanian, katering, pembuatan kemasan makanan, dan panduan audit serta badan sertifikasi.
  • ISO 9001: 2015 – Skema sertifikasi ini berfokus pada persyaratan umum sistem manajemen mutu yang akan diterapkan oleh setiap organisasi yang perlu menunjukkan kemampuannya untuk secara konsisten menghasilkan produk dan/atau jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan persyaratan UU serta peraturan yang berlaku.
  • ISO 14001: 2015 – Standar ini menetapkan persyaratan bagi setiap organisasi yang berusaha untuk secara sistematis mengelola tanggung jawab lingkungan.