Persyaratan Pembeli Umum Kanada - Otomotif   

Standar Pembeli

Salah satu cara umum untuk meningkatkan daya saing produk di pasar Kanada adalah mengadopsi standar sukarela yang dapat diterima secara global yang menggabungkan kelestarian lingkungan dan praktik produksi yang bertanggung jawab secara sosial. Mengupayakan agar produk memperoleh sertifikasi dapat memberikan manfaat bagi eksportir Indonesia maupun importir Kanada karena produknya bisa lebih kompetitif pada segmen tertentu di pasar Kanada. Namun, skema sertifikasi sukarela yang memberikan verifikasi pihak ketiga khusus untuk produk kendaraan bermotor dan suku cadang belum masuk ke pasar otomotif arus utama. Selain itu, kurangnya komunikasi pemasaran kepada konsumen tentang pilihan kendaraan bermotor atau suku cadang yang lebih ramah lingkungan dan potensi nilai ekonominya memberikan tantangan tambahan bagi kendaraan dan suku cadang kendaraan yang ramah lingkungan untuk memasuki pasar arus utama.  
 
Di bawah ini adalah beberapa langkah sukarela yang terkait proses produksi dan operasional yang sadar lingkungan serta kinerja sosial unggul yang dapat diterapkan pada industri otomotif:
  • Label EnerGuide untuk Kendaraan — label EnerGuide di Kanada dikelola oleh Natural Resources Canada—instansi federal yang memimpin upaya pemerintah untuk "meningkatkan pembangunan dan penggunaan sumber daya alam Kanada yang bertanggung jawab serta daya saing produk sumber daya alam Kanada.”[1]Label ini ditempel pada jenis produk tertentu[2] dan merupakan tanda resmi yang digunakan di Kanada untuk memberi tahu konsumen tentang konsumsi energi atau tingkat efisiensi energi produk yng bersangkutan. Untuk kendaraan, label ini berlaku hanya untuk kendaraan ringan seperti mobil penumpang, van, truk pikap, dan Sports Utility Vehicles (SUV) untuk penjualan ritel di Kanada. Label EnerGuide untuk kendaraan tersedia untuk delapan jenis kendaraan berdasarkan jenis energi yang digunakan, yaitu: bensin, baterai-listrik, hibrida plug-in, matahari, bahan bakar fleksibel, dua jenis bahan bakar (dual fuel), gas alam termampat, dan sel bahan bakar hidrogen. Label untuk kedelapan jenis kendaraan mengandung informasi umum, seperti jenis energi yang digunakan, konsumsi bahan bakar, biaya bahan bakar dalam setahun, peringkat CO2 dan asap, serta rentang kelas kendaraan. Untuk kendaraan berbahan bakar bensin, label EnerGuide juga berisi informasi tentang hitungan konsumsi bahan bakar dan kode Respons Cepat yang menghubungkan ponsel cerdas pengguna kendaraan ke Alat Pencari Peringkat Konsumsi Bahan Bakar Natural Resources Canada.[3]Untuk tujuh jenis kendaraan lainnya, label tersebut berisi informasi tambahan mengenai waktu pengisian ulang dan jarak mengemudi. Saat ini, penerapan label EnerGuide untuk kendaraan baru bersifat sukarela. Namun, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah Kanada telah mempertimbangkan untuk mewajibkan produsen dan/atau peritel mencantumkan label ini pada kendaraan baru. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi laman EnerGuide for Vehicles.
  • Green Seal — Standar Green Seal dikembangkan untuk membantu produsen, penyedia jasa, dan perusahaan untuk mengintegrasikan praktik kelestarian lingkungan dalam bisnis mereka dengan menetapkan kriteria dan pedoman pembuatan berbagai barang dan jasa. Ada empat standar Green Seal yang berlaku pada industri otomotif, yaitu:
  1. GS-02 Alternative Fueled Vehicles Standard, yang menetapkan persyaratan lingkungan untuk kendaraan yang bisa beroperasi hingga lebih dari 15% dari jarak yang ditempuh dengan bahan bakar selain bensin atau diesel. Standar ini mencakup pengurangan ketergantungan pada bahan bakar berbasis petrokimia, pengurangan emisi, dan penurunan polusi udara.
  2. GS-03 Re-refined Engine Oil Standard, yang menetapkan persyaratan lingkungan untuk minyak yang diproduksi seluruhnya atau sebagian dari minyak sulingan berbasis minyak bumi yang diolah kembali dan digunakan untuk mesin (pembakaran dalam) yang menggunakan bensin atau diesel. Persyaratan lingkungan meliputi kandungan minyak olahan ulang, pengurangan toksisitas zat aditif, dan pengurangan toksisitas dalam kemasan. Selain persyaratan lingkungan, standar ini mencakup kinerja produk dan persyaratan kualitas.
  3. GS-52 Specialty Cleaning Products for Household Use Standard, yang menetapkan persyaratan kinerja, kesehatan, dan lingkungan dari suatu produk, misalnya pengurangan toksisitas, kemampuannya terurai secara alami, dan kemasan yang berkurang ukurannya serta bisa didaur ulang. Standar ini berlaku untuk berbagai produk pembersih permukaan dan penghilang bau untuk rumah tangga, termasuk yang digunakan dalam perawatan kendaraan. Beberapa produk perawatan kendaraan yang tercakup di bawah standar ini adalah produk pembersih ban/roda dan cairan pencuci kaca kendaraan bermotor.
  4. GS-53 Specialty Cleaning Products for Industrial and Institutional Use Standard, yang menetapkan kinerja produk, kesehatan, dan persyaratan lingkungan. Standar ini berlaku untuk berbagai produk pembersih permukaan dan penghilang bau yang digunakan dalam lingkungan industri dan organisasi, termasuk yang digunakan untuk perawatan kendaraan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang sertifikasi Green Seal, kunjungi laman situs Green Seal.

  • Sertifikasi TRA untuk Kendaraan Rekreasi (Recreational Vehicle atau “RV”) Ramah Lingkungan — TRA Certification Inc. adalah perusahaan sertifikasi independen pihak ketiga yang mengkhususkan diri dalam pekerjaan konstruksi yang dibangun menggunakan sistem dan bekerja sama dengan produsen RV di Kanada dan AS. Untuk memperoleh sertifikasi ini, proses produksi komponen RV dinilai berdasarkan enam faktor yang mewakili prinsip "hijau" TRA, yaitu:[4]
  • efisiensi sumber daya, yang mencakup penggunaan bahan berkelanjutan, bahan daur ulang dan dapat digunakan kembali, serta pengurangan limbah.
  • kualitas lingkungan dalam ruangan, yang menekankan pentingnya kualitas udara dalam ruangan dengan memastikan ventilasi yang baik serta kandungan senyawa organik mudah menguap (volatile organic compounds atau “VOC”) pada karpet, lantai keras, perekat, sealant, lemari, dan isolasi.
  • operasi dan pemeliharaan, yang tidak hanya mengacu pada proses perakitan ramah lingkungan dan penggunaan bahan hijau, tetapi juga penggunaan struktur yang tepat dan pemanfaatan fitur "hijau" secara maksimum.  
  • efisiensi energi, yang mengacu pada penggunaan sumber energi terbarukan dan bersih.
  • efisiensi air, yang mengacu pada pentingnya mengurangi penggunaan air melalui peralatan dan perlengkapan yang lebih efisien.
  • praktik inovatif, yang mengacu pada penggunaan praktik baru dan inovatif yang meningkatkan kapasitas dan kinerja ramah lingkungan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Sertifikasi TRA untuk RV Ramah Lingkungan.
 
Selain tindakan sukarela yang dikembangkan oleh berbagai organisasi tersebut di atas, International Organization for Standardization (ISO) telah mengembangkan standar yang dapat diadopsi oleh berbagai pemangku kepentingan dalam rantai pasok otomotif. Berikut adalah beberapa standar ISO yang berfokus pada keselamatan dan pengendalian mutu:

  • SO 20826: 2006 — standar ini menjelaskan persyaratan teknis untuk perancangan dan pengujian wadah Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang digunakan pada kendaraan berbahan bakar LPG. Persyaratan tersebut meliputi desain, konstruksi dan pengerjaan, serta prosedur penandaan dan re-kualifikasi.
  •  ISO 11749: 2014 — standar ini menetapkan metode uji dinamis yang digunakan untuk pengendalian mutu sabuk V-ribbed belt yang sebagian besar digunakan sebagai aksesoris aplikasi penggerak pada kendaraan bermotor.
  • ISO 12214: 2010 — standar ini memberikan rekomendasi mengenai desain dan persyaratan untuk arah gerakan kendali tangan pada kendaraan penumpang, kendaraan serbaguna, kendaraan niaga, dan bus.
  • ISO 17464: 2016 — standar ini menjabarkan persyaratan teknis dan metode uji ban dalam dari ban pneumatik untuk kendaraan bermotor.
  • ISO 17324: 2014 — standar ini berlaku untuk selang karet dalam sistem turbocharger mobil yang menghubungkan turbochargerintercooler, dan mesin pembakaran dalam.
  • ISO 9001: 2015 ─ skema sertifikasi ini berfokus pada persyaratan umum untuk sistem manajemen mutu yang harus diterapkan oleh organisasi mana pun yang perlu menunjukkan kemampuannya untuk secara konsisten memberikan produk dan/atau layanan yang memenuhi persyaratan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku
  • ATF 16949: 2016 (sebelumnya ISO/TS 16949) — standar ini dikembangkan sesuai dengan dan bertindak sebagai pelengkap ISO 9001:2015 tentang sistem manajemen mutu. IATF 16949:2016 dirancang untuk bisnis dalam industri otomotif guna memenuhi persyaratan sistem manajemen mutu ISO.
  •  ISO 14001: 2015 — standar ini menetapkan persyaratan bagi organisasi yang ingin mengelola tanggung jawab lingkungannya secara sistematis.
  • ISO 26000: 2010 — standar ini menawarkan panduan bagi bisnis dan organisasi dalam mewujudkan prinsip tanggung jawab sosial mereka dalam tindakan dan berbagi praktik terbaik internasional dalam hal tanggung jawab sosial. Karena standar ini hanya menawarkan panduan dan tidak menetapkan persyaratan, bisnis dan organisasi tidak menjalani proses sertifikasi guna mengikuti standar ini—tidak seperti pada standar ISO lainnya.
Walaupun ada standar sukarela internasional yang sepenuhnya atau sebagian mempromosikan prinsip dan praktik kelestarian lingkungan dalam industri otomotif, standar sukarela yang mempromosikan prinsip dan praktik kesetaraan gender di industri ini mungkin didapati terintegrasi dalam standar yang mempromosikan kelestarian lingkungan dan/atau kinerja sosial. Ini termasuk apakah tenaga kerja dalam rantai pasok dilindungi oleh undang-undang ketenagakerjaan nasional dan internasional, prinsip kesetaraan antara pekerja laki-laki dan perempuan benar-benar berlaku, dan tenaga kerja yang digunakan bekerja tanpa paksaan (bukan kerja paksa) dan cukup umur (bukan pekerja anak). Mempromosikan prinsip dan praktik kesetaraan gender di industri otomotif penting dilakukan karena secara historis industri ini didominasi laki-laki, baik di tingkat manajemen maupun di level pekerja, dengan perempuan melakukan pekerjaan bergaji rendah dan lebih inferior. Ketidaksetaraan dalam hal bayaran yang diperoleh, ketidakpastian pekerjaan, keterbatasan tunjangan yang disediakan untuk bersalin, dan jam kerja yang panjang adalah sebagian masalah yang dihadapi perempuan dalam industri otomotif. Namun, perempuan merupakan potensi pertumbuhan terbesar di sektor ini.[5]
 
Sebagaimana di kebanyakan negara lain di dunia, industri otomotif Kanada sangat didominasi laki-laki. Saat ini perempuan hanya memegang 6,4% pekerjaan di bidang kerja yang membutuhkan keterampilan (termasuk otomotif).[6] Menyadari bahwa perempuan masih kurang terwakili meskipun merupakan pemasok tenaga kerja dengan pertumbuhan terbesar di sektor ini, Automotive Industries Association of Canada menugaskan dilaksanakannya penilaian kebutuhan perempuan dalam industri suku cadang, aksesoris, dan komponen otomotif (automotive aftermarket industry). Laporan tersebut menunjukkan bahwa industri otomotif memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk dapat menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif bagi perempuan.[7] Banyak karyawan perempuan mengalami diskriminasi karena jenis kelamin mereka dari pelanggan maupun rekan kerja.[8] Mereka juga menghadapi hambatan untuk mencapai kemajuan dalam pekerjaan, yang sangat disayangkan, karena laporan tersebut juga menunjukkan bahwa wanita yang masuk ke industri ini umumnya mencintai pekerjaan mereka, ingin memperbaiki keadaan, dan bangga menjadi bagian dari industri yang begitu inovatif ini.[9]
 
Laporan penilaian kebutuhan ini memberikan empat rekomendasi utama bagi pengusaha, industri, dan pemerintah. Rekomendasi tersebut mencakup pengembangan budaya tempat kerja yang lebih inklusif; menerapkan langkah pendukung proaktif untuk pekerja perempuan; berinvestasi pada langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesempatan kerja bagi perempuan; dan terus memberikan dukungan pada pelatihan dan program insentif serta program komunikasi untuk meningkatkan kesadaran dan minat perempuan pada industri otomotif. [10]
 
 
[1] Natural Resources Canada, About Ushttp://www.nrcan.gc.ca/department (diakses pada 17 Mei 2017).
[2] Produk meliputi kendaraan baru, peralatan baru, alat pemanas dan pendingin, dan rumah yang telah menjalani evaluasi efisiensi energi.
[3] Natural Resource Canada, EnerGuide Label for Vehicleshttp://www.nrcan.gc.ca/energy/efficiency/transportation/cars-light-trucks/buying/7483 (diakses pada 17 Mei 2017).
[4] TRA Certification Inc., What Does “Green” Really Mean?http://www.tragreen.com/images/gallery/Green%20RV/hangtag%20presentation_Page_2pdf.pdf (diakses pada 18 Mei 2017).
[5] Automotive Industries Association of Canada, Advancing Women in Automotive Knowledge Exchange Needs Assessment Report (Ottawa: AIA, 2016), 4.
[6] Automotive Industries Association of Canada, Advancing Women in Automotive Knowledge Exchange Needs Assessment Report (Ottawa: AIA, 2016), 1.
[7] CBCNews, The Auto Industry is not Welcoming to Women: Reporthttp://www.cbc.ca/news/canada/windsor/the-auto-industry-is-not-welcoming-to-women-report-1.3679844 (diakses pada 15 Juni 2017).
[8] Ibid.
[9] Ibid.
[10] Automotive Industries Association of Canada, Advancing Women in Automotive Knowledge Exchange Needs Assessment Report (Ottawa: AIA, 2016), 2.