Standar Sukarela Makanan Olahan Kanada   

Banyak pembeli Kanada tertarik untuk mengetahui apakah langkah sukarela umum telah diambil dan digunakan dalam memproduksi makanan olahan yang diimpor ke Kanada. Berikut adalah beberapa langkah sukarela paling umum yang berlaku untuk makanan olahan yang diakui di Kanada:
  • Praktik Produksi yang Baik (Good Manufacturing Practice atau "GMP") - Program sertifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pembuatan makanan tepercaya dan mematuhi aturan keselamatan makanan. Menerapkan dan menjaga sertifikasi GMP sering kali menjadi dasar bagi upaya untuk memenuhi sertifikasi lainnya terkait sistem manajemen keselamatan makanan, seperti Titik Pengendalian Penting Analisis Bahaya (Hazard Analysis Critical Control Point atau "HACCP"), Makanan Aman dan Berkualitas (Safe Quality Food atau “SQF”), ISO 22000, dan ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu.
  • Label “Non-GMO” - Langkah sukarela ini membuktikan bahwa makanan telah diproduksi sesuai dengan seperangkat praktik terbaik dalam pencegahan penggunaan organisme hasil rekayasa genetis (GMO). Proses verifikasi dilakukan secara independen oleh Non-GMO Project, sebagai satu-satunya organisasi yang melaksanakan uji verifikasi dan pengendalian GMO independen di Kanada dan Amerika Serikat.
  • Pernyataan kesejahteraan satwa - Pernyataan ini menjamin bahwa hewan yang digunakan untuk produksi makanan dipelihara secara manusiawi dan mengacu pada standar yang melebihi yang diterapkan industri secara umum.
  • HACCP – Ini adalah sistem manajemen risiko yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya terkait keselamatan makanan di seluruh rantai suplai.
  • FSSC 22000 Food Safety System – Skema sertifikasi ini berfokus pada keselamatan produk selama proses pembuatan, yang didasarkan pada ISO 22000 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Makanan.
  • SQF – Program sertifikasi ini berlaku untuk produsen utama, pengolah, distributor, dan pialang yang ingin menerapkan langkah-langkah keselamatan makanan secara sistematis dari tahap produksi hingga produk sampai di tangan konsumen.
Di samping langkah-langkah sukarela tersebut, International Organization for Standardization (ISO) telah merumuskan sejumlah standar yang dapat diterapkan industri pengolahan makanan. Standar itu meliputi:
  • Keluarga ISO 22000 – Keluarga standar ini memuat pedoman mengenai manajemen keselamatan makanan, kebertelusuran, pembuatan makanan, pertanian, katering, pembuatan kemasan makanan, dan panduan audit serta badan sertifikasi.
  • ISO 9001: 2015 – Skema sertifikasi ini berfokus pada persyaratan umum sistem manajemen mutu yang akan diterapkan oleh setiap organisasi yang perlu menunjukkan kemampuannya untuk secara konsisten menghasilkan produk dan/atau jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan persyaratan UU serta peraturan yang berlaku.
  • ISO 14001: 2015 – Standar ini menetapkan persyaratan bagi setiap organisasi yang berusaha untuk secara sistematis mengelola tanggung jawab lingkungan.
  • ISO26000: 2010 – Standar ini membantu organisasi untuk mengukur kinerja dan perbaikan dalam hal perilaku yang bertanggung jawab secara sosial.