Persyaratan Pembeli Umum Kanada - Kakao   

Menerapkan secara sukarela langkah-langkah umum yang diakui dan diterima pasar global dan di Kanada sering kali membawa manfaat, baik bagi eksportir Indonesia maupun importir Kanada dalam meningkatkan daya saing produk di pasaran. Standar-standar internasional mengenai keberlanjutan yang utama dan bersifat sukarela untuk produksi dan perdagangan kakao, antara lain, meliputi Fairtrade, Organic, Rainforest Alliance, dan UTZ Certified (IISD, 2014, hlm. 134). Pembeli di Kanada memiliki kepentingan untuk memastikan langkah-langkah sukarela tersebut diterapkan secara konsisten oleh produsen kakao Indonesia. Berikut adalah sejumlah langkah umum sukarela yang terkait dengan keamanan makanan dan pengelolaan keberlanjutan pangan yang dapat diterapkan untuk kakao:
  • Titik Pengendalian Penting Analisis Bahaya (Hazard Analysis Critical Control Point atau "HACCP") - ini merujuk pada sistem manajemen risiko yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya terkait keamanan makanan di seluruh rantai suplai.
  • FSSC/FS 2200 - skema sertifikasi ini merupakan integrasi ISO 22000: Sistem Pengelolaan Keamanan Makanan 2005 dan Spesifikasi Publik (Publicly Available Specification atau "PAS") 220;
  • Rangkaian sertifikat ISO 22000 - sertifikasi ini mencakup seluruh rantai suplai, meliputi pengolah makanan, pemasok, dan distributor;
  • Makanan Aman dan Berkualitas (Safe Quality Food atau "SQF") - sistem ini mengatur pengelolaan kualitas dan keamanan makanan yang dikembangkan untuk pengecer dan pemasok;
  • Praktik Pertanian yang Baik (Canada Good Agricultural Practices atau "CanadaGAP") - program keamanan makanan ini ditujukan untuk pekerja yang terlibat dalam penanganan buah dan sayuran; dan
  • PACsecure - ini adalah standar berbasis HACCP untuk industri kemasan.


Ada sejumlah standar berkaitan dengan kakao yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO) dan diakui oleh Dewan Standar Kanada (Standards Council of Canada). Standar ini meliputi:

  • ISO 2451: 2014 - standar ini menentukan "persyaratan, klasifikasi, cara uji, pengambilan sampel, kemasan, dan penandaan biji kakao." Bagian lampiran dari standar ini memuat rekomendasi yang berfungsi sebagai pedoman penyimpanan dan panduan pembasmian hama.
  • ISO 23275-1: 2006 - standar ini menjelaskan secara rinci "prosedur untuk mendeteksi kandungan setara mentega cokelat (cocoa butter equivalent atau "CBE") dalam mentega cokelat dan cokelat polos melalui kromatografi gas cair kolom kapiler beresolusi tinggi terhadap triasilgliserol dan evaluasi data yang dikumpulkan melalui analisis regresi. Metode ini dilakukan pada mentega cokelat, dan menghasilkan sekitar 0,6% kandungan CBE di dalam cokelat (dengan asumsi kandungan lemak dalam cokelat = 30%)." 
  • ISO 23275-2: 2006 - standar ini menetapkan "prosedur untuk menghitung kandungan CBE dalam mentega cokelat dan cokelat polos melalui kromatografi gas kolom kapiler beresolusi tinggi (HR-GC) terhadap triasilgliserol, dan evaluasi data yang dikumpulkan melalui metode analisis regresi partial least squares (PLS)."
  • ISO 2291: 1980: Penentuan Kadar Air (Metode Rutin) untuk Biji Kakao - standar ini membahas "pengeringan produk selama 16 jam dalam oven berventilasi yang disetel pada suhu 103⁰C, setelah sebelumnya digiling terlebih dahulu."
  • ISO 1114: 1977: Uji Pemotongan Biji Kakao 
  • ISO 2451: 1973: Spesifikasi Biji Kakao - standar ini menjabarkan definisi dari istilah yang digunakan serta "penyiapan, persyaratan umum, standar kelas mutu, pengambilan sampel, metode pengujian, kemasan, dan penandaan" biji kakao. Lampiran untuk standar ini memuat rekomendasi yang berfungsi sebagai panduan tentang penyimpanan dan penyucihamaan. 
  • ISO 2292: 1973: Pengambilan Sampel Kakao