Standar Sukarela Ikan Kanada   

Salah satu cara umum untuk meningkatkan daya saing produk di pasar Kanada adalah pembudidaya dan pengolah ikan memperoleh sertifikat sukarela yang diakui internasional yang memberi jaminan pihak ketiga bahwa produk berasal dari sumber yang legal dan berkelanjutan. Sertifikasi semacam itu dapat bermanfaat baik bagi eksportir Indonesia maupun importir Kanada karena produk yang diperdagangkan menjadi semakin kompetitif di sebagian segmen pasar Kanada. Standar keberlanjutan sukarela yang berlaku secara internasional untuk ikan dan produk ikan disusun oleh LSM dan/atau kelompok-kelompok sektor swasta. Sebagian standar yang paling lazim diakui secara internasional meliputi, antara lain, Marine Stewardship Council (MSC), Aquaculture Stewardship Council (ASC), dan Best Aquaculture Practices (BAP), dan Friend of the Sea (FoS).
 
Ada kalangan pembeli di Kanada yang berkepentingan untuk memastikan bahwa langkah-langkah keberlanjutan sukarela diterapkan secara konsisten oleh pembudidaya dan pengolah ikan Indonesia. Berikut adalah sejumlah langkah sukarela umum yang terkait dengan keselamatan makanan, manajemen keberlanjutan pangan, dan kinerja sosial yang dapat diterapkan oleh petani dan pengolah ikan di Indonesia:
  • Marine Stewardship Council (MSC) ─ Standar Perikanan MSC berlaku untuk tangkapan liar atau ikan air tawar dan mencakup tiga aspek ini: stok ikan berkelanjutan, meminimalkan dampak lingkungan, dan pengelolaan yang efektif. Selain standar perikanan, organisasi ini mengembangkan Standar Rantai Penelusuran MSC yang berlaku untuk semua perusahaan yang terlibat dalam rantai pasokan yang menangani dan menjual produk bersertifikat MSC. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Standar MSC.
  • Aquaculture Stewardship Council (ASC) ─ ASC mengembangkan delapan standar yang berlaku pada ikan budidaya, bivalvia, dan seriola/cobia. Standar ikan budidaya berlaku untuk salmon budidaya, tilapia, patin, ikan trout, dan abalone. Informasi tentang masing-masing standar khusus spesies dapat diperoleh dari Standar, Sertifikasi, dan Akreditasi ASC. Bermitra dengan MSC, ASC juga memiliki Standar Rantai Penelusuran MSC/ASC.
  • Best Aquaculture Practices (BAP) ─ Skema sertifikasi ini, yang merupakan bagian dari Global Aquaculture Alliance (GAA), menetapkan standar sukarela untuk fasilitas budidaya perairan yang terkait tanggung jawab sosial dan lingkungan, kesejahteraan satwa, keselamatan makanan, dan kebertelusuran. Skema ini berlaku untuk ikan budidaya, udang kecil, dan udang biasa air tawar. Kunjungi tautan berikut untuk informasi lebih lanjut: Standar & Pedoman BAP.
  • GLOBALG.A.P. Aquaculture Standard ─ Standar ini menetapkan langkah-langkah kepatuhan hukum, keselamatan makanan, kesehatan dan keselamatan kerja bagi tenaga kerja, kesejahteraan satwa, serta pelestarian lingkungan dan ekologi. Standar ini mengambil pendekatan holistik dengan melihat keseluruhan rantai produksi, dari pemasok induk, bibit, dan benih hingga ke tahap pemeliharaan, panen, dan pengolahan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs Sertifikasi Budidaya Perairan GLOBALG.A.P..
  • Friend of the Sea (FoS) ─ organisasi ini memberikan sertifikasi pada produk yang berasal dari perikanan lestari dan budidaya perairan. Contoh produk ini mencakup minyak ikan Omega-3, tepung ikan, dan pakan ikan. FoS menetapkan kriteria keberlanjutan dan persyaratan sertifikasi yang sesuai dengan Pedoman FAO tentang Ekolabel Ikan dan Produk Perikanan dari Perikanan Tangkap di Laut. Sertifikasi FoS hanya diberikan pada produk yang berasal dari "stok yang tidak dieksploitasi secara berlebihan," yang tercantum dalam Pedoman FAO tersebut di atas. Silakan kunjungi Sertifikasi FoS untuk informasi lebih lanjut.
  • Monterey Bay Aquarium Seafood Watch ─ Seafood Watch membantu konsumen dan bisnis memilih boga bahari yang ditangkap atau dibudidayakan dengan cara yang melestarikan lingkungan. Organisasi ini menawarkan kemitraan dengan berbagai bisnis di industri makanan laut (misalnya, restoran, pengecer, pemasok makanan laut) yang bersedia berkomitmen untuk hanya menjual boga bahari bertanggung jawab terhadap lingkungan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di tautan berikut: Seafood Watch - Menjadi Mitra.
  • Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) – ini adalah sistem manajemen risiko yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya terkait keselamatan makanan di seluruh rantai suplai.
  • FSSC 22000 Food Safety System – skema sertifikasi ini berfokus pada keselamatan produk selama proses pembuatan, yang didasarkan pada ISO 22000 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Makanan.
  • Aturan Makanan Aman dan Berkualitas (Safe Quality Food atau "SQF") – program sertifikasi ini berlaku untuk produsen utama, pengolah, distributor, dan pialang yang ingin menerapkan langkah-langkah keselamatan makanan secara sistematis dari tahap produksi hingga produk sampai di tangan konsumen.
Di samping langkah-langkah sukarela tersebut, International Organization for Standardization (ISO) telah merumuskan sejumlah standar yang dapat diterapkan dalam industri makanan laut. Standar itu meliputi:
  • Keluarga ISO 22000 – secara umum, sertifikasi ini ditujukan untuk mengelola keselamatan makanan. Keluarga standar ini memuat pedoman mengenai manajemen keselamatan makanan, kebertelusuran, pembuatan makanan, pertanian, katering, pembuatan kemasan makanan, dan panduan audit serta badan sertifikasi.
  • ISO 9001: 2015 – skema sertifikasi ini berfokus pada persyaratan umum sistem manajemen mutu yang akan diterapkan oleh setiap organisasi yang perlu menunjukkan kemampuannya untuk secara konsisten menghasilkan barang dan/atau jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan persyaratan UU serta peraturan yang berlaku.
  • ISO 14001: 2015 – standar ini menetapkan persyaratan bagi setiap organisasi yang berusaha untuk secara sistematis mengelola tanggung jawab lingkungannya.