Persyaratan Mutu Produk Karet Filipina   

Karet, dikenal karena kualitas elastisnya merupakan sebuah komoditi yang digunakan di banyak produk dan peralatan di seluruh dunia (mulai dari produk-produk industri sampai rumah tangga). Ada dua tipe karet yang dikenal luas, yaitu karet alam dan karet sintetis. Karet alam dibuat dari getah (lateks) dari pohon karet, sementara tipe sintetis dibuat dari minyak mentah. Kedua tipe ini dapat saling menggantikan dan mempengaruhi permintaan masing-masing komoditi; ketika harga minyak mentah naik, permintaan untuk karet alam akan meningkat. Namun, ketika gangguan, suplai karet alam membuat harganya naik, maka pasar cenderung beralih ke karet sintetis. Bagian ini mendiskusikan sektor karet alam Indonesia. Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir karet alam terbesar di dunia.
Ekspor karet dari Indonesia ke Filipina per Desember 2017 sebesar 85,898,460 USD. Di banding tahun 2016 nilai ekspor pada tahun 2017 mengalami sedikit penurunan  sebesar  0.50%, diambil dari sumber stastistik kementerian Perdagangan Sister (http://app-exim.kemendag.go.id/sister/#/eksimp/index ).
 

Standar Produk Karet FIlipina

Menurut Department of Trade and Industry - Bureau of Philippine Standard (DTI-BPS) Filipina, Standar Karet yang ada di Filipina  mengadopsi  dari International Organization for Standardization ( ISO),  melalui Komite Teknis BPS untuk Karet dan Produk Karet (BPSTC16) dan Komite Teknis BPS tentang Perekat dan Produk Sejenis (BPSTC 51).
 

Beberapa Standar Produk Karet Filipina

A.  Rubber and Rubber Products:
  1. PNS ISO 36:2012 - Rubber, vulcanized or thermoplastic – Determination of adhesion to textile fabric (ISO published 2011) ICS 83.060; 59.080.40
  2. PNS ISO 124:2012 – Latex, rubber – Determination of total solids content (ISO published 2011) ICS 83.040.10
  3. PNS ISO 125:2012 – Natural rubber latex concentrate – Determination of alkalinity (ISO published 2011) ICS 83.040.10
  4. PNS ISO 188:2012 – Rubber, vulcanized or thermoplastic – Accelerated ageing and heat resistance tests (ISO published 1998) ICS 83.060
  5. PNS ISO 8030:2012 – Rubber and plastics hoses - Method of test for flammability (ISO published 1995) ICS 13.220.40; 23.040.70
  6. PNS ISO 10619-1:2012 – Rubber and plastics hoses and tubing- Measurement of flexibility and stiffness – Part 1: Bending tests at ambient temperature (ISO published 2011) ICS 23.040.70
  7. PNS ISO 13363:2012 – Rubber and plastics hoses for marine-engine wet-exhaust systems – Specification (ISO published 2004 with Cor. 1:2008) ICS 83.140.40; 47.080
  8. PNS ISO 28017:2012 – Rubber hoses and hose assemblies, wire or textile reinforced, for dredging applications – Specification (ISO published 2011) ICS 83.140.40
B.  ADHESIVE AND ALLIED PRODUCTS:
  1. PNS ISO 4578:2012 – Adhesives – Determination of peel resistance of high-strength adhesive bonds – Floating-roller method (ISO published 1997) ICS 83.180
  2. PNS ISO 7387/1:2012 – Adhesives with solvents for assembly of u PVC pipe elements – Characterization – Part 1: Basic test methods (ISO published 1983) ICS 83.180
  3. PNS ISO 9653:2012 – Adhesives – Test method for shear impact strength of adhesive bonds (ISO published 1998) ICS 83.180
  4. PNS ISO 9665:2012 – Adhesives – Animal glues – Methods of sampling and testing (ISO published 1998) ICS 83.180
  5. PNS ISO 13445:2012 – Adhesives – Determination of shear strength of adhesive bonds between rigid substrates by the block-shear method (ISO published 1995) ICS 83.180
  6. PNS ISO 14676:2012 – Adhesives – Evaluation of the effectiveness of surface treatment techniques for aluminium – Wet-peel test by floating-roller method (ISO published 1997) ICS 83.180
  7. PNS ISO 14679:2012 – Adhesives – Measurement of adhesion characteristics by a three-point bending method (ISO published 1997) ICS 83.180
  8. PNS ISO 15107:2012 – Adhesives – Determination of cleavage strength of bonded joints (ISO published 1998) ICS 83.180
  9. PNS ISO 15108:2012 – Adhesives – Determination of strength of bonded joints using a bending-shear method (ISO published 1998) ICS 83.180
  10. PNS ISO 15166-1:2012 – Adhesives – Methods of preparing bulk specimens – Part 1: Two-part systems (ISO published 1998) ICS 83.180

Contoh (draft) Standar Filipina untuk Karet Alam

(Classification and grading of natural raw rubber sheets - DPNS 203:2013 ICS 83.040.10).
Klasifikasi dan Deskripsi Mutu (Classification and grade descriptions)
Natural rubber sheets shall be classified and graded according to Table 1.
Table 1 – Kelas and Mutu

Contoh dan Kriteria disesuaikan

Kesesuaian pengiriman untuk kontrak kelas ditetapkan hanya melalui inspeksi visual. Sepuluh persen dari banyaknya hal tersebut, akan dikenakan pemeriksaan. Selama pemeriksaan setiap satu bagian dalam buku sampel harus dibandingkan dengan satu lembar karet dilucuti dari interior bale. Kapan perubahan warna tidak hadir dan jika itu mustahil untuk strip satu lembar dari bale untuk perbandingan tersebut, karena pertimbangan harus diberikan untuk warna gelap yang melekat dalam karet terkompresi.Kecuali jika disepakati antara para pihak, kualitas arbitrase yang dilaksanakan berdasarkan aturan kontrak yang masing-masing organisasi mendukung akan didasarkan pada sampel internasional resmi.

Kemasan

Standar massa setiap Bale akan kg 33.33, kecuali dimana massa rendah ditetapkan dalam kontrak pembeli. Massa maksimum untuk setiap bale akan 50 kg. Masing-masing bale dalam pengiriman tertentu yang dicakup oleh satu bill of lading harus seragam massa, kecuali untuk lebih dari dua bale lebih rendah massa untuk menyediakan tepat kontrak massa.
Ribbed smoked sheets shall be packed in bales covered with rubber.

Marking and Labelling

Tanda berikut harus dicantumkan pada bal yang tertutup karet atau pada goni atau patch karet.
  • Nilai grade yang muncul pada dua sisi bale haruslah 20,3 cm karakter.Tanda perusahaan yang mengidentifikasi perusahaan pengirim pada dua sisi bale.
  • Tanda perusahaan yang mengidentifikasi perusahaan pengirim di dua sisi bale 12,7 cm karakter.
  • Banyak tanda identifikasi yang muncul tepat di bawah tanda perusahaan yang tidak kurang dari dua sisi bale 12,7 cm karakter. Angka – angka ini harus sama pada semua bale yang tercakup di Bill Of Loading yang sama. Nomor yang berbeda, harus digunakan untuk masing – masing Bill Of Loading terpisah yang banyak di kirim oleh Perusahaan Tunggal dan dimuat dalam tempat yang sama.
  • Menandai dengan cap atau cat yang digunakan tidak boleh tembus di bawah lembar pembungkus.