Persyaratan Mutu Produk Daging dan Unggas Filipina   

Indonesia Ekspor produk daging ke Filipina pada periode 2017 (http://app-exim.kemendag.go.id/sister) meliputi :
  • Frog Legs (Kaki Katak)  USD 13,710,016
  • Oth meat & edible offal; fresh; chilled or frozen USD 2,165,362
  • Meat&edible;incl.flour & meal;of reptil inc.snake  USD 1,946,918
  • Complete feed for poultry  2016 USD  1,815,000
  • Freeze cried chicken dice USD 22,123
Pada tahun 2005, Departemen Pertanian mengeluarkan Perintah Administratif No. 26 (AO 26), yang memperbarui Perintah Administratif No. 39 (2000) atau “Aturan, Peraturan dan Standar yang Telah Direvisi yang Mengatur Pemasukan Daging dan Produk Daging ke Filipina”. AO 26 menegaskan kembali perlunya importir terakreditasi DA untuk mendapatkan sertifikat Veterinary Quarantine Clearance (VQC) sebelum impor produk daging dan daging. VQC sekarang akan berlaku selama 60 hari sejak tanggal penerbitan, di mana daging atau produk daging akan dikirim dari negara asal. VQC tidak dapat dipindahtangankan dan hanya dapat digunakan oleh penerima barang yang diberikannya satu pengiriman/bill of lading per VQC yang  mengeluarkan kebijakan secara ketat diikuti surat lengkap Perintah Administratif No. 26, yang  dapat diperoleh di Departemen Pertanian Filipina.

Saat ini, semua perusahaan daging AS yang diatur dan diperiksa oleh Layanan Keamanan dan Inspeksi Pangan USDA (FSIS), memenuhi syarat untuk mengekspor daging dan unggas ke Filipina.

Berikut adalah Persyaratan Ekspor daging dan unggas yang dimiliki oleh negara Filipina:
1. Layak/Tidak layak nya produk.
   Produk yang  memenuhi syarat
  • Daging dan produk daging. Semua daging sapi, daging sapi, dan produk olahan daging sapi memenuhi syarat untuk diekspor ke Filipina terlepas dari tanggal produksi. Persyaratan program Verifikasi Ekspor AMS (EV) telah dihapus untuk produk ini.
  • Unggas dan produk unggas, di bolehkan kecuali yang terdaftar di bawah Produk yang Tidak Layak.
Produk yang tidak memenuhi syarat
  • Unggas dan produk unggas yang berasal dari unggas, diproses, atau disembelih di Negara Bagian manapun melebihi rentan waktu 6 bulan,  tidak memenuhi syarat untuk diekspor ke Filipina, kecuali jika dipanaskan sesuai dengan Pedoman OIE 10.4 .26
2. Persyaratan Label / Labeling Requirements
  • Kaki unggas diproduksi sesuai dengan prosedur dalam Persyaratan Pemrosesan.
    • Kaki unggas harus diberi label secara akurat yaitu, "chicken feet," "turkey feet," atau "duck feet" dan label harus menyertakan pernyataan: HANYA UNTUK EKSPOR ( EXPORT ONLY )
    • Berikut ini harus dicetak pada wadah pengiriman:
      • "Dikemas di bawah pengawasan saniter USDA"
      • Di cantumkan nomor pendirian
      • Di cantumkan nama dan alamat pendirian atau distributor, dan
      • Adanya pernyataan,  contoh  "Produk Amerika Serikat".
  • Pemberian label yang mencerminkan negara tujuan sebelumnya selain Filipina, minimal stiker bahasa Indonesia, dilarang karena akan menyebabkan produk ditahan.
  • Tanggal produksi atau penyembelihan produk daging sapi harus disertakan pada label produk.
3.  Persyaratan Dalam Proses Pengolahan/Processing Requirements

Daging dan unggas yang tidak memiliki tanda pemeriksaan dapat diekspor ke Filipina asalkan lembaga tersebut memiliki prosedur untuk mengeluarkan dan mengecualikan dari kaki unggas ekspor yang berasal dari bangkai yang busuk atau kaki unggas yang jelas tidak cocok untuk makanan manusia. Selain itu, kondisi berikut harus terpenuhi, disiapkan dan dikemas dalam karton pengiriman di ruang terpisah di bawah kondisi sanitasi dan didinginkan sampai beku.

4. Persyaratan Dokumen/Documentastion Requirements

Semua sertifikat ekspor FSIS yang menyertai produk harus ditandatangani oleh dokter hewan FSIS. Gelar dokter hewan (DVM atau yang setara) harus ditunjukkan setelah tanda tangan.

Syarat Serifikasi / Certification Requirements
  1. Daging dan produk daging - Dapatkan formulir FSIS 9060-5 untuk Sertifikat Kelayakan Daging dan Unggas.
  2. Produk Unggas dan Unggas - dapatkan FSIS Form 9060-5 – Sertifikat Kelayakan Daging dan Unggas Ternak
  3. Unggas diekspor ke Filipina untuk diproses lebih lanjut dan kemudian diekspor
  4. Importir harus mengajukan permohonan izin impor terlebih dahulu (izin karantina hewan) sebelum mengimpor produk

(Sumber:https://www.fsis.usda.gov/wps/portal/fsis/topics/international-affairs/exporting-products/export-library-requirements-by-country/Philippines )

Beberapa persyaratan mutu  Filipina mengani produk daging dan unggas sebagai berikut :
  • Code of Hygienic Practice for Meat - PNS/BAFS 168:2015
  • Code of Halâl Slaughtering Practices for Poultry - PNS/BAFS 103:2016
  • Food defense guidance for industry  - PNS/BAFPS 134:2014 ICS 67.020