Persyaratan Mutu Furnitur Afrika Selatan   

Regulasi Impor Furnitur
  • Household Goods Quality Labeling LawUndang-undang Mutu Pelabelan Peralatan Rumah Tangga: Dalam regulasi ini, meja dan kursi, serta lemari, importir harus mencantumkan label dan informasi lengkap pada produk.
  • Consumer Products Safety Law – Undang-undang Keamanan Produk Konsumen: Undang-undang ini diterapkan pada produk, dimana strukturnya, bahannya, atau penggunaannya ditujukan untuk pengamanan atau kenyamanan yang dikelompokkan kedalam “produk khusus”. Standar pengamanan diwajibkan kepada produk khusus tersebut dan harus sesuai dengan “government safety standards”.

Standar Furnitur

Berikut ini beberapa standar yang diterapkan pada funitur:
Standar Pengujian dan Penilaian:
  • SANS 4211-2:2013 (Ed. 1.00) R320.85 Furniture - Tests for surface finishes Part 2: Assessment of resistance to wet heat
  • SANS 4211-3:2013 (Ed. 1.00) R320.85 Furniture - Tests for surface finishes Part 3 : Assessment of resistance to dry heat
  • SANS 657-4:2010 (Ed. 1.02) R347.30 Steel tubes for non-pressure purposes Part 4: Steel tubes of round, oval, square and rectangular section for furniture
  • SANS 8191-1:1987 (Ed. 1.00) R320.85 Furniture - Assessment of the ignitability of upholstered furniture Part 1: Ignition source: smouldering cigarette
  • SANS 8191-2:1988 (Ed. 1.00) R320.85 Furniture - Assessment of ignitability of upholstered furniture Part 2: Ignition source: match-flame equivalent

Persyaratan Label Furnitur

Furnitur dipersyaratkan untuk diberi label dengan informasi sebagai berikut:
  • Nama, nama dagang, atau deskripsi;
  • Nama dan alamat lengkap pabrikan / pengepak, importir, negara asal yang diimpor;
  • Berat bersih, jumlah atau volume konten dalam satuan metrik;
  • Batch, lot, atau nomor kode yang khas;
  • Bulan dan tahun pembuatan dan pengemasan;
  • Bulan dan tahun di mana produk tersebut dikonsumsi terbaik;
  • Informasi tentang produk industri harus dalam bahasa Inggris;
Mata Rantai Produksi Furnitur Kayu di Afrika Selatan.
Gambar berikut menunujukan mata rantai produksi furnitur kayu .
Sumber: Adapted from Kaplinsky and Morris, 2006