Pasar Ceruk Makanan Olahan Kanada   

Pasar ceruk merupakan kelompok konsumen dalam suatu pasar yang memiliki perilaku pembelian dan/atau karakteristik gaya hidup tertentu (Thilmany, 2008). Konsumen Kanada saat ini semakin peduli dan memperhatikan pilihan produk yang bertanggung jawab dan berkelanjutan yang ada di pasaran. Hal ini telah memicu timbulnya pasar ceruk di mana konsumen menuntut transparansi mengenai karakter keberlanjutan produk, seperti dampak lingkungan dan/atau kinerja sosialnya. Konsumen sadar lingkungan semakin mencari makanan berlabel organik dan non-transgenik.
 
Seiring pola konsumsi sadar sosial yang menarik perhatian pasar Kanada, dapat diperkirakan hal itu akan menjalar ke pasar arus utama (AAFC, 2012).[1] Menurut laporan AAFC di tahun 2012, beberapa pola yang paling lazim dalam hubungannya dengan kesadaran sosial konsumen tentang produk makanan adalah perdagangan yang adil, asal, kesejahteraan satwa, vegetarian, keberlanjutan, dan kemasan.[2]
 
Terkait kinerja sosial, konsumen tertarik untuk mengetahui kondisi di mana produk tersebut dihasilkan; misalnya, bahwa tenaga kerja dalam rantai suplai dilindungi oleh hukum nasional dan internasional, bahwa prinsip-prinsip kesetaraan gender benar-benar berlaku, dan bahwa masyarakat di negara produsen menerima imbal hasil yang adil. Produk dengan kisah yang melatarbelakangi juga menarik bagi konsumen etis. Produksi gula kelapa dan gula aren, misalnya, sebagian besar dijalankan oleh kaum perempuan yang mengelola bisnis keluarga. Ketika mereka menerima imbal hasilnya secara langsung, ada yang diinvestasikan dalam keluarga dan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.
 
Salah satu pendekatan paling umum untuk mempromosikan produk makanan olahan di pasar ceruk Kanada adalah menerapkan dan secara konsisten mempertahankan standar sosial, seperti sertifikasi perdagangan yang adil (Fair Trade). Fair Trade berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik bagi, dan menjamin hak-hak, produsen dan pekerja, baik pria maupun wanita. Hal itu lebih lanjut mempromosikan kelompok yang kurang terwakili dalam kepemimpinan dan pengembangan keterampilan. Agar produk makanan olahan dapat memperoleh label Fair Trade di Kanada, produsen dan/atau pembuat makanan harus memenuhi beberapa persyaratan berikut:[3]
  • Untuk produk berbahan tunggal: harus 100% Fair Trade
  • Untuk produk campuran: ada batasan jumlah bahan non-Fair Trade yang diperbolehkan agar produk dapat diberi label Fair Trade. Poin utama aturan ini adalah:
  1. bahan Fair Trade harus digunakan sedapat mungkin;
  2. produk harus mengandung minimal 20% bahan Fair Trade; dan
  3. untuk produk dengan lebih dari 50% cairan atau kandungan susu, perhitungan persentase produk tidak boleh menyertakan persentase cairan atau kandungan susu.
Cara lain untuk memasuki pasar ceruk di Kanada adalah menerapkan praktik pertanian organik dan mengajukan aplikasi penggunaan logo "Canada Organic". Produk organik mengacu pada produk pertanian yang ditanam dan dipanen sesuai standar lingkungan yang ketat, yaitu bebas zat sintetis (contoh: pupuk dan pestisida), melestarikan keanekaragaman hayati, dan melindungi basis sumber daya alam yang ada. Perhatikan bahwa produk tersebut harus menaati persyaratan berikut agar dapat dilabeli organik dan dijual di Kanada:
  • disertifikasi oleh badan sertifikasi berakreditasi CFIA; dan
  • mencantumkan logo organik yang diterbitkan oleh badan sertifikasi tersebut.
Setelah disertifikasi, produk tersebut dapat menggunakan logo "Canada Organic", atau logo organik lain yang berasal dari negara-negara yang memiliki pengaturan kesetaraan organik bersama Kanada. Negara/kawasan yang memiliki pengaturan semacam itu meliputi AS, Uni Eropa, Jepang, Kosta Rika, dan Swiss. Namun demikian, saat ini Indonesia belum memiliki pengaturan kesetaraan organik bersama Kanada.
 
Sesuai dengan Peraturan Produk Organik, berikut adalah klaim organik yang diperbolehkan:
  • organic”: logo "Canada Organic" hanya boleh digunakan pada produk organik dengan kandungan organik lebih dari 95%.
  • % organic ingredients”: logo "% organic ingredients" dapat digunakan pada produk yang memiliki komposisi organik 70-95%, namun jenis produk ini tidak diperbolehkan untuk mencantumkan logo "Canada Organic";
  • organic” dalam daftar bahan: produk dengan kandungan organik kurang dari 70% diperbolehkan untuk mengidentifikasi produk organik dalam daftar bahannya, namun tidak diperbolehkan untuk menggunakan logo "Canada Organic".
Agar produk organik Anda disertifikasi oleh lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi CFIA, lihat halaman Lembaga Sertifikasi Penyedia Layanan Sertifikasi Organik - Kanada

[1] Agriculture and Agri-Food Canada, 2012. Tren Konsumen yang Sadar Sosial – Keberlanjutan. http://www.agr.gc.ca/eng/industry-markets-and-trade/statistics-and-market-information/by-region/global/socially-conscious-consumer-trends-sustainability/?id=1410083148827.
[2] Ibid.