Pasar Ceruk Pasar Karet Kanada   

Pasar ceruk merupakan kelompok konsumen dalam suatu pasar yang memiliki perilaku pembelian dan/atau karakteristik gaya hidup tertentu.[1] Konsumen Kanada saat ini semakin memedulikan pilihan produk yang bertanggung jawab dan berkelanjutan yang ada di pasar. Hal ini memicu timbulnya pasar ceruk di mana konsumen menuntut transparansi mengenai karakteristik keberlanjutan produk, seperti daerah asal produk, dampak lingkungan, dan/atau kinerja sosialnya. Konsumen kadang menggunakan info negara asal untuk menilai mutu produk, keselamatannya, kinerja pengelolaan lingkungan, dan/atau isu ketenagakerjaan terkait.
 
Namun, pasar semacam itu masih sangat kecil untuk produk karet yang diproduksi dengan praktik-praktik yang dapat diterima secarasosial dan yang ramah lingkungan. Bahkan pasar untuk ban mobil bertekanan—produk karet impor Kanada yang nilainya tertinggi sampai saat ini—yang diproduksi dengan menggunakan teknologi “hijau” masih sangat kecil. Salah satu alasannya adalah kurangnya informasi konsumen tentang pilihan ban “hijau”.[2]Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh Leger atas nama Tire and Rubber Association of Canada (TRAC), 88% pengendara di Kanada merasa bahwa mereka memiliki "kewajiban moral untuk melindungi lingkungan dengan memastikan bahwa mobil mereka mengonsumsi bahan bakar seefisien mungkin".[3] Namun, survei tersebut mengungkapkan bahwa 76% konsumen menyatakan bahwa mereka tidak mengenal ban “hijau”. Ban “hijau” atau ramah lingkungan biasanya menilai dampak siklus hidup, mulai dari pengadaan (misalnya bukan dari pembukaan hutan alam) hingga pembuatan (misalnya, terbuat dari bahan baku terbarukan), penggunaan (misalnya, emisi gas rumah kaca rendah karena hambatan yang perlu dikompensasi dengan tenaga mesin untuk mempertahankan kecepatan atau rolling resistance juga rendah), dan akhir masa pakai/pembuangan (misalnya, dapat didaur ulang). Minat konsumen sangat tinggi pada ban yang memiliki rolling resistance rendah (Low Rolling Resistance atau “LRR”) yang diproduksi dengan teknologi yang dapat membantu meminimalkan rolling resistance, memperbaiki aerodinamika, dan meningkatkan penghematan bahan bakar.[4] Meski banyak konsumen belum menyadari sepenuhnya atau mengetahui ban “hijau” dan keuntungan ekonomi yang ditawarkannya , tidak ada indikasi bahwa ban “hijau” akhirnya tidak akan menemukan tempat di pasar. Survei tersebut menunjukkan kebalikannya. Setelah mendapat informasi mengenai manfaat penghematan bahan bakar karena menggunakan ban ”hijau” pada kendaraan mereka, 69% konsumen mengklaim bahwa mereka akan membeli ban “hijau” daripada ban konvensional, walaupun ban “hijau” memakan lebih banyak biaya.[5]
 
Selain memproduksi ban dengan LLR, perusahaan-perusahaan terbesar di dunia seperti Bridgestone Group, Michelin, Goodyear, dan Continental memiliki program keberlanjutan untuk mengakhiri penggunaan sumber bahan bakar fosil dalam pembuatan ban sintetis dan memproduksi ban yang sepenuhnya berasal dari bahan terbarukan. Perusahaan-perusahaan tersebut juga memiliki lahan percobaan untuk menemukan tanaman yang bisa menggantikan karet alam dari pohon karet (Hevea brasiliensis). Dalam hal daur ulang, Goodyear baru saja mematenkan proses devulkanisasi karet yang secara signifikan meningkatkan daur ulang ban. Proses ini berpotensi memulihkan kembali 80% bahan baku dari ban bekas.[6]
 
Untuk produk karet lainnya, baik alam maupun sintetis, konsumen mungkin juga tertarik untuk mengetahui kinerja sosial produk, misalnya bahwa tenaga kerja dalam rantai pasok dilindungi oleh hukum nasional dan internasional, bahwa prinsip kesetaraan berlaku, dan bahwa tenaga kerja bersifat sukarela (tidak dipaksa) dan cukup umur (tidak ada pekerja anak). Sertifikasi sukarela seperti FSC, FSI, dan SAN mendorong praktik pertanian berkelanjutan dan memberikan sarana yang dapat diverifikasi untuk mengukur kinerja lingkungan dan sosial (termasuk kesetaraan gender), terutama dalam produksi produk karet alam.
 

[1]Thilmany, D. (2008). Apa itu pasar ceruk? Colorado State University. https://www.colorado.gov/pacific/sites/default/files/Niche%20Markets_1.pdf
[2] Tire and Rubber Association of Canada, Pengendara Kurang Berpengetahuan untuk Menjadikan Ban Hijau Pilihannya: Survei, Marketwired—16 Mei 2016, http://www.marketwired.com/press-release/drivers-lack-knowledge-to-make-green-tire-choices-survey-2125180.htm (diakses pada 4 April 2017).
[3] Ibid.
[4] Tire and Rubber Association of Canada, Ban LRR¸ http://www.tracanada.ca/All%20About%20Tires/lrr_tires/low-rolling-resistance-tires.html (diakses pada 4 April 2017).
[5] Tire and Rubber Association of Canada, Pengendara Kurang Berpengetahuan untuk Menjadikan Ban Hijau Pilihannya: Survei, Marketwired—16 Mei 2016, http://www.marketwired.com/press-release/drivers-lack-knowledge-to-make-green-tire-choices-survey-2125180.htm (diakses pada 4 April 2017).
[6] Tirebuyer.com, Tiga B Ban yang Ramah Lingkungan: Bahan Baku, Berketahanan Gelinding dan Bisa Didaur Ulang, n.d.https://www.tirebuyer.com/education/eco-friendly-tire-technology (diakses pada 10 April 2017).