Persyaratan Ceruk Pasar Kanada - Kakao   

Pasar ceruk merupakan kelompok konsumen dalam suatu pasar yang memiliki perilaku pembelian dan/atau karakteristik gaya hidup tertentu (Thilmany, 2008). Sebagai salah satu negara konsumen utama biji kakao, Kanada terus mengembangkan pasar ceruk untuk kakao.
Konsumen Kanada semakin menyadari pemanfaatan sumber daya alam dan keselarasan berbagai persyaratan keberlanjutan di pasar arus utama. Produk dengan label Fairtrade dan Organic memiliki harga premium. Selain itu, terdapat peningkatan dalam permintaan terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh petani kecil. Konsumen tertarik dengan produk yang memiliki 'kisah', seperti koperasi milik perempuan yang menginvestasikan kembali keuntungannya ke masyarakat. Kakao merupakan sumber pendapatan utama bagi keluarga petani kecil di Indonesia, yang menyumbang 90% dari total produksi kakao secara nasional (Indonesia Investments, 2015). Konsumen Kanada menyimpan keinginan yang semakin besar untuk melihat para petani tersebut memperoleh imbal hasil yang adil. Menurut Fairtrade Kanada, ada 16 organisasi produsen kakao bersertifikasi yang menanam kakao bersertifikat Fairtrade untuk dijual di Kanada, dengan kakao bersertifikat Fairtrade dijual pertama kalinya di negara ini pada tahun 2002 (TransFair Canada, 2012).
Harap dicatat bahwa Fairtrade Canada hanya bisa mendaftarkan perusahaan yang berbasis di Kanada untuk menggunakan logo Fairtrade. Produsen kakao Indonesia yang tertarik untuk mengajukan permohonan Label Fairtrade harus menghubungi Fairtrade International untuk mencari informasi lebih lanjut tentang lokasi untuk melaksanakan pendaftaran. Sistem Fairtrade didasarkan pada kemitraan antara produsen dan konsumen yang menghasilkan pembenahan ketentuan dagang bagi Indonesia, peningkatan imbal hasil bagi produsen kecil, peningkatan kesempatan bagi pria dan wanita untuk memperbaiki kehidupan mereka, dan produksi yang didasarkan pada praktik pertanian ramah lingkungan.
 
Pada dasarnya, produsen kakao harus memenuhi sejumlah persyaratan agar produk mereka memperoleh label Fairtrade:
Untuk produk berbahan tunggal: harus 100% Fairtrade
Untuk produk campuran: ada batasan jumlah bahan non-Fairtrade yang diperbolehkan agar produk dapat diberi label Fairtrade. Poin utama aturan ini adalah:
  1. bahan Fairtrade harus digunakan sedapat mungkin;
  2. produk harus mengandung minimal 20% bahan Fairtrade; dan
  3. perhitungan persentase produk tidak boleh menyertakan persentase cairan atau kandungan susu, untuk produk dengan lebih dari 50% cairan atau kandungan susu.  

Cara lain untuk memasuki pasar ceruk untuk kakao di Kanada adalah menerapkan praktik pertanian organik dan mengajukan aplikasi untuk penggunaan logo "Canada organic". Produk berlabel organik mengacu pada produk pertanian yang dihasilkan sesuai standar lingkungan yang ketat, misalnya bebas zat sintetis (contoh: pupuk dan pestisida), melestarikan keanekaragaman hayati, dan bersumber dari sumber daya alam yang terlindung. Bagi eksportir kakao Indonesia yang tertarik untuk menyediakan produk organik mereka di pasar Kanada, produk tersebut harus mengikuti persyaratan berikut agar dapat diklaim organik dan dijual di Kanada:
  • disertifikasi oleh lembaga sertifikasi berakreditasi CFIA; dan
  • mencantumkan nama lembaga sertifikasi pada produk.  
 
Sesuai dengan Peraturan Produk Organik, klaim organik berikut diperbolehkan:
  • "organic": logo "Canada organic" hanya dapat digunakan pada produk organik dengan kandungan organik lebih besar dari 95%;
  • "% organic ingredients": logo "% organic ingredients" dapat digunakan pada produk yang memiliki komposisi organik 70-95%, namun jenis produk ini tidak diperbolehkan untuk menggunakan logo "Canada organic";
  • "organic" dalam daftar bahan: produk dengan kandungan organik kurang dari 70% diperbolehkan untuk mengidentifikasi produk organik dalam daftar bahannya, namun tidak diperbolehkan untuk menggunakan logo "Canada organic".

 
Buka sejumlah tautan berikut untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang sertifikasi kakao organik: