Persyaratan Mutu Tekstil & Produk Tekstil Tiongkok   

Persyaratan Tiongkok

Untuk memasuki pasar RRT (Republik Rakyat Tiongkok), produk ekspor Indonesia harus memperhatikan standar mutu dan sistemnya di RRT. Adapun penetapan dan manajemen standar mutu di RRT dilakukan oleh salah satu badan dari AQSIQ (General Administration for Quality Supervision, Inspection and Quarantine of P.R.C.) yaitu SAC (Standardization Administration of the People Republic of China); Adapun AQSIQ memiliki posisi setingkat
 
Selain SAC, AQSIQ juga memiliki badan perwakilan di daerah yang khusus bertugas untuk karantina produk impor maupun ekspor yaitu CIQ (Entry – Exit Inspection and Quarantine Bureau). Selain itu AQSIQ juga memiliki badan pengawas lokal terhadap produk yang beredar di pasar dalam negeri RRT melalui Bureau of Quality and Technical Supervision (QTS). 
 

Kebijakan Impor dan Dokumen Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil.

Standar mutu RRT sendiri secara umum terbagi menjadi empat berdasarkan cakupan pentingnya yaitu:
  1. Standar Nasional (GB, Guo Biao / 国标) yang berlaku secara mutlak dan harus dipenuhi. Standar ini ditandai dengan awalan GB. Sedangkan jika standar berawalan GB/T maka standar teknis tersebut berlaku secara nasional namun hanya sebagai referensi umum saja atau tidak diharuskan. Standar yang diharuskan biasanya mencakup kesehatan manusia, kepemilikan priEdit Divbadi, keamanan negara dan bidang lain yang dihatur hukum – administrasi. Untuk inisial standar GB/Z berarti dokumen teknis pengarahan standardisasi nasional. 
  2. Standar Industri yang berlaku khusus bagi bidang industri tertentu. Misalnya untuk industri tekstil dan garmen diindikasikan dengan FZ (Fu Zhuang 服装), sedang untuk produk agrikultura NY (Nong Ye 农业). Pada tingkat standar ini maupun pada tingkat standar selanjutnya jika memilliki inisial "/T" berarti tidak merupakan keharusan untuk dipatuhi.
  3. Standar lokal (DB, Di Biao / 地标) yang diberlakukan oleh pemerintah daerah tertentu dan bagi industri tertentu daerah tersebut. Umumnya hanya dibuat jika tidak ada standar Nasional atau Industri yang mengatur, namun dapat juga terjadi kesalahan birokrasi dan adanya penumpukan dua standar.
  4. Standar perusahaan (Q) yang hanya berlaku bagi perusahaan itu sendiri, namun telah didaftarkan pada badan administrasi standar negara. Standar ini umumnya hanya diperlukan untuk perusahaan dalam negeri dan lebih sering ditemui dalam produk konsumen akhir seperti sandang dan pangan.