Persyaratan Mutu Perhiasan Kanada   

Persyaratan mutu perhiasan:
Perhiasan[1] yang diimpor oleh Kanada dari pasar global menunjukkan tren meningkat dalam hal nilai dan tumbuh 5,6%[2] per tahun menurut model tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate atau "CAGR") antara tahun 2005 dan 2015. Pada tahun 2015 perhiasannya yang diimpornya dari pasar global tercatat mencapai lebih dari US$ 1,6 miliar. Sebagian besar perhiasan yang diimpor Kanada sepanjang tahun lalu berasal dari lima kelompok berikut ini—diurutkan dari produk yang membukukan nilai paling tinggi pada tahun 2015, yaitu:
  1. barang perhiasan dan bagiannya, dari logam mulia kecuali perak, disepuh atau dipalut dengan logam mulia maupun tidak (HS 711319);
  2. intan bukan industri, selain yang tidak dikerjakan atau dipotong secara sederhana, dibelah atau dipecah (HS 710239);
  3. barang dari perak dan bagiannya, disepuh atau dipalut dengan logam mulia lainnya maupun tidak (HS 711311);
  4. perhiasan imitasi dari logam tidak mulia, disepuh dengan logam mulia maupun tidak (selain manset dan kancing kerah) (HS 711719); dan
  5. perhiasan imitasi selain dari logam tidak mulia (HS 711790).
Kelima produk ini secara kolektif menyumbang sekitar 94% persen dari total impor perhiasan Kanada pada tahun 2015.
 
Dua dari kelima produk di atas menunjukkan semakin pentingnya dua jenis produk tersebut dalam impor perhiasan Kanada sepanjang periode 2005-2015, yang ditandai dengan terus meningkatnya pangsa impor dari masing-masing produk tersebut selama periode satu dekade itu. Kedua produk tersebut adalah ‘barang perhiasan dan bagiannya, dari logam mulia kecuali perak, disepuh atau dipalut dengan logam mulia maupun tidak’ (HS 711319) dan ‘barang dari perak dan bagiannya, disepuh atau dipalut dengan logam mulia lainnya maupun tidak’ (HS 711311). Impor Kanada dari pos HS 711319 pada tahun 2015 menyumbang sekitar 44% dari total impor perhiasan—peningkatan yang cukup besar dari pangsa yang tercatat pada tahun 2005, yaitu 34%. Impor produk ini bernilai US$ 707,8 juta di tahun 2015, yang menjadikannya produk perhiasan dengan nilai tertinggi yang diimpor ke oleh Kanada sepanjang tahun lalu. Tingkat pertumbuhan nilai impor Kanada untuk produk ini juga menjanjikan, yaitu 8%[3] per tahun menurut CAGR pada periode 2005-2015. Sebagai produk lain yang memiliki arti penting dalam impor perhiasan Kanada, HS 711311 menyumbang hampir 16% dari total impor perhiasan negara ini, yang pangsanya meningkat signifikan dari hanya sekitar 6% pada tahun 2005. Dalam hal nilai, impor HS 711311 Kanada juga melonjak antara tahun 2005 dan 2015. Impor produk ini ke Kanada membukukan US$ 254 juta pada tahun 2015, yang hampir lima kali lipat dari nilainya 10 tahun lalu. Selain itu, produk ini memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi dalam hal impor perhiasan Kanada, yaitu sekitar 17% per tahun menurut perhitungan CAGR selama periode 2005-2015.
 
Impor utama Kanada untuk barang perhiasan dari logam mulia tidak termasuk perak (HS 711319) dalam empat tahun terakhir berasal dari Amerika Serikat (AS), India, Tiongkok, Italia, dan Thailand, yang secara bersama-sama menyumbang 80-83%[4] (2012-2015) dari total impor dunia Kanada dari dunia untuk produk ini. Negara-negara tersebut, kecuali Thailand, juga tercatat sebagai eksportir utama global untuk pos HS 711319 bersama Perancis dan Swiss. Di antara lima pemasok teratas ke Kanada yang telah disebutkan tadi, hanya India dan Tiongkok yang berhasil berkembang di pasar Kanada seperti terlihat dari peningkatan bertahap pangsa masing-masing pada periode 2005-2015. Keberhasilan Tiongkok dalam hal ekspor produk ini tidak berhenti di pasar Kanada, karena negara itu juga berhasil mempertahankan pangsa pasarnya secara global, dengan sedikit fluktuasi sepanjang dasawarsa 2005-2015. Pada periode yang sama, Kanada juga terbukti menjadi pasar menjanjikan bagi India meskipun daya saing negara ini dalam produk perhiasan jenis ini di pasar internasional perlahan-lahan melemah. Penurunan Italia dan AS dalam pangsa impor Kanada untuk HS 711319 sepanjang periode itu membuka peluang bagi pesaing mereka di pasar Kanada. Penurunan pangsa tersebut tidak hanya melapangkan jalan bagi kompetitor utama seperti Tiongkok dan India, tetapi juga untuk pemasok 'kecil' ke Kanada seperti Perancis, Meksiko, Swiss, dan Uni Emirat Arab. Namun, Indonesia tidak termasuk di antara negara-negara yang berhasil merebut peluang itu, sebagaimana terlihat dari pangsanya yang kecil (kurang dari 1%) di pasar Kanada untuk jenis produk perhiasan ini selama periode 2005-2015.
 
Barang perhiasan perak (yaitu HS 711311) adalah produk lain yang semakin memiliki arti penting dalam impor perhiasan Kanada dari tahun 2005 ke 2015. Pemasok utama produk ini ke Kanada adalah Thailand, Tiongkok, AS, India, dan Italia, yang bersama-sama menyumbang sekitar 92% dari total impor perhiasan Kanada pada tahun 2015. Negara-negara tersebut, bersama Jerman, juga merupakan eksportir utama global untuk perhiasan perak. Baik di Kanada maupun pasar global, Thailand dan India adalah pemasok terkemuka, yang pangsanya terus meningkat selama periode 2005-2015. Thailand sendiri, yang merupakan pemasok nomor satu perhiasan perak ke Kanada, menyumbang 56% dari impor Kanada untuk produk ini pada tahun 2015—peningkatan pangsa pasar yang sangat signifikan dari hanya 27% pada tahun 2005. Keberhasilan Thailand dalam industri ini adalah buah dari pekerja terampil yang unggul, keahlian, dan manajemen kewirausahaan.[5] Faktor-faktor ini adalah kunci bagi Thailand dalam menjaga konsistensi kualitas produk sambil terus menawarkan desain beragam.[6] India adalah pemasok utama ke Kanada lainnya, yang pangsanya di pasar Kanada meningkat dari 4% (2005) menjadi 6% di tahun 2015. Meningkatnya arti penting India dalam industri perhiasan perak tidak terbatas di pasar Kanada saja. India mampu merespons dengan baik meningkatnya permintaan perhiasan perak global dalam beberapa tahun terakhir berkat investasi produsen perhiasannya pada teknologi akhir-akhir ini, meningkatnya keterampilan desain perhiasan di negara tersebut, dan biaya produksi yang kompetitif.[7] Kinerja Indonesia di pasar Kanada untuk barang perhiasan perak pada periode 2005-2015 menunjukkan inkonsistensi. Meskipun Indonesia mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu dari 10 pemasok terbesar produk ini (dalam hal nilai) ke Kanada antara tahun 2005 dan 2015, pangsanya turun pada periode itu, yang menandakan penurunan daya saing di pasar Kanada.
 
Dalam konteks ekspor, pangsa perhiasan Indonesia dari total ekspor Indonesia untuk semua komoditas ke seluruh dunia antara tahun 2005 dan 2015 terhitung masih kecil. Impor perhiasan dunia dari Indonesia secara konsisten menyumbang di bawah 1%[8] dari total impor dunia untuk semua komoditas dari Indonesia. Namun, ada tanda-tanda bahwa impor perhiasan dunia dari Indonesia mengalami pertumbuhan. Total impor perhiasan dunia dari Indonesia membukukan nilai US$ 1,2 miliar di tahun 2015—naik dari US$ 651 juta yang tercatat pada tahun 2005.[9] Impor perhiasan dunia dari Indonesia secara keseluruhan tumbuh 6,5 %[10] per tahun berdasarkan perhitungan CAGR dari tahun 2005 hingga 2015. Sepanjang periode ini, impor utama perhiasan dunia dari Indonesia adalah barang perhiasan dari logam mulia kecuali perak (HS 711319) dan mutiara budidaya, tidak dikerjakan (HS 710121), yang bersama-sama menyumbang sekitar 89%[11] dari total impor perhiasan dunia dari Indonesia pada 2015. Impor dunia untuk komoditas ini dari Indonesia masing-masing bernilai hampir US$ 966 juta (HS 711319) dan US$ 118 juta (HS 710121).[12] Kedua jenis perhiasan ini menunjukkan tingkat pertumbuhan menjanjikan sepanjang periode 2005-2015, yaitu 10,6% per tahun (HS 711319) dan 2,7% per tahun (HS 710121) menggunakan dasar perhitungan CAGR.[13] Selain memiliki tingkat pertumbuhan menjanjikan, barang perhiasan dari logam mulia selain perak juga semakin menunjukkan arti penting dalam ekspor perhiasan Indonesia ke seluruh dunia secara umum. Komoditas ini mencatat peningkatan tajam dalam hal pangsa total impor perhiasan dunia dari Indonesia—dari 54% (2005) menjadi 79% (2015).[14] Namun demikian, peningkatan pangsa yang serupa tidak terjadi pada impor dunia dari Indonesia untuk mutiara budidaya, yang tidak dikerjakan. Pangsa komoditas ini turun dari 14% pada tahun 2005 menjadi 10% pada tahun 2015.[15]
 
[1] Perhiasan yang dirujuk dalam seluruh analisis statistik di laporan ini adalah produk yang Kode HS-nya tercantum pada Tabel 1.
[2] Dihitung berdasarkan data dari UN Comtrade Database.
[3] Dihitung berdasarkan data dari UN Comtrade Database.
[4] Ibid.
[5] Hong Kong Jewellery Magazine, “Thai Silver Jewellery Industry Moving Forward” Hong Kong Jewellery Magazine, Maret 2014. http://www.hkjm.com.hk/details.php?lang=eng&id=95 (diakses pada 24 November 2016).
[6] Ibid.
[7] Melvyn Reggie Thomas, “Silver Jewellery Export Shines at 60%” The Times of India, 18 Maret 2016. http://timesofindia.indiatimes.com/city/surat/Silver-jewellery-export-shines-at-60/articleshow/51448535.cms (diakses pada 24 November 2016).
[8] Dihitung berdasarkan data dari UN Comtrade Database.
[9] UN Comtrade, Extract Data, https://comtrade.un.org/data/ (diakses pada 14 Desember 2016).
[10] Dihitung berdasarkan data dari UN Comtrade Database.
[11] Ibid.
[12] UN Comtrade, Extract Data, https://comtrade.un.org/data/ (diakses pada 14 Desember 2016).
[13] Dihitung berdasarkan data dari UN Comtrade Database.
[14] Ibid.
[15] Ibid.