Persyaratan Mutu Karet & Produk Karet - Kanada   

Total nilai impor produk karet Kanada tidak stabil selama periode 2006-2016 , ditandai dengan kenaikan pada awal periode tersebut sampai tahun 2012, dan kemudian terus turun sepanjang sisa periode tersebut. Meskipun terdapat ketidakstabilan tersebut, total impor produk karet Kanada masih menunjukkan tren positif secara keseluruhan selama periode tersebut dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (Compound Annual Growth Rate atau “CAGR”) yang sedang sebesar 1,4% per tahun. Total impor produk karet Kanada baru-baru ini bernilai lebih dari US$ 5,7 miliar pada tahun 2016 – suatu kenaikan yang sedang dari US$ 4,9 miliar satu dekade sebelumnya.

Lihat pada tautan berikut tentang informasi persyaratan mutu:
Ada dua faktor eksternal yang membuat Kanada mencatat pertumbuhan sedang-sedang saja dalam total impor produk karet:
  1. Penurunan harga karet alam dunia dalam beberapa tahun terakhir akibat kelebihan pasokan ditambah perlambatan industri otomotif di seluruh dunia. Hal itu menyebabkan impor produk karet alam Kanada turun dari total US$ 304 juta pada tahun 2006 menjadi US$ 194 juta pada tahun 2016.
  2. Turunnya harga minyak mentah—salah satu komponen penting untuk memproduksi karet sintetis—dalam beberapa tahun terakhir yang mengakibatkan jatuhnya harga karet sintetis. Hal tersebut tercermin dari turunnya nilai impor baru-baru ini untuk berbagai jenis karet sintetis yang masuk ke Kanada, terutama setelah tahun 2012.
Berdasarkan total impor produk karet Kanada, posisi lima besar untuk pemasoknya masing-masing adalah Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Jepang, Indonesia, dan Korea Selatan. Bersama-sama, mereka menyumbangkan hampir 72% total impor produk karet Kanada dari dunia pada tahun 2016. Namun jika dibandingkan satu dekade yang lalu, dominasi negara-negara tersebut di pasar Kanada telah berkurang yang ditandai dengan turunnya pangsa gabungan mereka dari 80% menjadi 72%.[10] Negara-negara tersebut, kecuali Tiongkok, masing-masing mencatat penurunan pangsa di pasar Kanada selama periode 2006-2016. AS mengalami penurunan terbesar dalam hal pangsa pasar, yaitu dari 62% menjadi 49% selama satu dasawarsa ini.[11] Penurunan pangsa pasar gabungan dari kelima pemasok terbesar di Kanada mengindikasikan adanya peningkatan pangsa bagi pemasok yang lebih kecil. Thailand, Meksiko, dan Jerman termasuk di antara pemasok-pemasok kecil yang berhasil merebut pangsa pasar yang lebih besar, berkisar antara 2,5-3,6% pada tahun 2016.[12]
 
Indonesia—pemasok produk karet terbesar keempat ke Kanada[13]—memiliki tiga produk karet terkemuka yang diekspor ke pasar Kanada: TSNR (HS 400122), karet alam selain lateks/smoked sheets/TSNR (HS 400129), dan ban bertekanan untuk kendaraan bermotor (HS 401110). TSNR adalah produk karet dengan nilai tertinggi dalam impor Kanada dari Indonesia dengan nilai mencapai lebih dari US$ 68 juta pada tahun 2016.[14] TSNR menjadi komoditas yang semakin penting dalam ekspor produk karet Indonesia ke Kanada. Produk ini menyumbangkan lebih dari setengah total impor produk karet Kanada dari Indonesia pada tahun 2016—meningkat dari sekitar sepertiga pada tahun 2006.[15] Ban bertekanan untuk kendaraan bermotor merupakan komoditas lain yang menjadi produk unggulan bagi ekspor produk karet ke Kanada. Komoditas ini menyumbangkan 13,6% (senilai hampir US$ 18 juta) dari total impor produk karet Kanada dari Indonesia pada tahun 2016, meningkat dari 1,6% (senilai US$ 2,5 juta) pada satu dekade sebelumnya.[16] Di saat dua produk karet terkemuka tersebut menjadi lebih penting dalam ekspor Indonesia ke Kanada, karet alam selain lateks/smoked sheets/TSNR justru mengalami yang sebaliknya. Pangsa pasar jenis karet yang disebut terakhir ini menurun dari 39% pada 2006 menjadi 21,6% di tahun 2016 dalam impor produk karet dari Indonesia.[17] Produk ini bukan saja kehilangan nilai penting dalam ekspor Indonesia ke Kanada, tetapi juga secara umum menghadapi penurunan permintaan di pasar Kanada. Ada juga produk karet dari Indonesia dengan pangsa pasar yang lebih kecil dalam impor Kanada yang menjadi lebih penting untuk ekspor Indonesia ke Kanada antara tahun 2006 dan 2016. Produk ini antara lain ban bertekanan untuk bus dan lori (HS 401120); sarung tangan, mitten dan mitt nonbedah (HS 401519); dan ban bertekanan untuk sepeda motor (HS 401140).
 
Dari perspektif jenis produk karet yang diimpor ke Kanada, ada dua jenis yang mendominasi impor Kanada dari dunia: ban bertekanan dari karet untuk kendaraan bermotor (HS 401110) serta untuk bus dan lori (HS 401120). Masing-masing menyumbangkan 25,6% (HS 40110) dan 14,7% (HS 401120) untuk impor produk karet Kanada pada tahun 2016—naik dari masing-masing 23% dan 12,8% pada tahun 2006. CAGR masing-masing produk tersebut dalam impor Kanada serupa—dengan ban bertekanan untuk kendaraan bermotor tumbuh 2,8% per tahun, sementara ban bertekanan untuk bus dan lori tumbuh 3,1% per tahun dalam periode 2006-2016.[19]
 
Impor ban bertekanan untuk kendaraan bermotor di Kanada bernilai lebih dari US$ 1,4 miliar pada tahun 2016, naik dari US$ 1,1 miliar pada tahun 2006.[20] AS merupakan pemasok terkemuka produk ini ke Kanada antara tahum 2006 dan 2016. Namun, pangsanya dalam impor Kanada untuk produk ini dan nilai impor Kanada dari AS turun dari 63,4% (senilai US$ 714 juta) pada tahun 2006 menjadi 38,8% (senilai US$ 575 juta) satu dekade kemudian.[21]Melemahnya kehadiran AS di pasar Kanada untuk produk ini membuka kesempatan bagi para pesaingnya untuk meningkatkan kehadiran mereka di pasar. Pesaing terbesarnya, Tiongkok, membuat lompatan besar dalam ekspor ban bertekanan untuk kendaraan bermotor ke Kanada, khususnya antara tahun 2009 dan 2016. Pangsa Tiongkok untuk produk ini dalam impor Kanada melonjak dari 4,8% pada tahun 2006 menjadi 11,8% satu dekade kemudian,[22] dengan mengambil alih posisi Jepang sebagai pemasok terbesar kedua produk tersebut ke Kanada sejak 2009. Pesaing AS yang lebih kecil (Korea Selatan, Thailand, Rusia, Filipina, Meksiko, Polandia, Perancis, Kosta Rika, dan Indonesia) juga berhasil menambah pangsa ekspornya. Thailand membukukan peningkatan tertinggi, dari pangsa yang kurang signifikan pada tahun 2006 (yaitu 0,1% atau senilai US$ 1,7 juta) menjadi pemasok terbesar kelima di Kanada pada tahun 2016 (dengan pangsa 3,4% atau senilai US$ 51 juta).[23] Indonesia juga merupakan salah satu pemasok produk ini ke Kanada yang juga berhasil meningkatkan kehadirannya di pasar. Meskipun kenaikan pangsanya di pasar Kanada sangat rendah (dari 0,2% menjadi 1,2%)[24] pada periode 2006-2016, kenaikan nilai impornya lebih terlihat, yaitu dari US$ 2,5 juta menjadi US$ 17,9 juta sepanjang dekade tersebut.[25]
 
Ban bertekanan untuk bus dan lori (HS 401120) adalah produk karet bernilai tertinggi kedua di Kanada selama periode 2006-2016. Impor Kanada untuk produk tersebut mencapai sekitar US$ 852 juta pada 2016, naik dari US$ 628 juta yang tercatat pada tahun 2006.[26] AS juga merupakan pemasok utama produk ini ke Kanada, menyumbangkan sekitar separuh dari total impor Kanada untuk kategori ban bertekanan untuk bus dan lori pada tahun 2016. Kinerja AS di pasar Kanada untuk produk ini melemah dalam periode sepuluh tahun, mengikuti kinerjanya di pasar ban bertekanan untuk kendaraan bermotor. Namun, penurunan pangsa AS dalam kategori ban bertekanan untuk bus dan lori relatif sedang—dari 58,1% (2006) menjadi 51,4% (2016).[27] Tiongkok juga muncul sebagai pemasok terbesar kedua dalam kategori ban bertekanan untuk bus dan lori, mengambil alih posisi ini dari Jepang sejak tahun 2010. Tiongkok menyumbangkan sekitar 18% dari impor Kanada untuk produk ini pada tahun 2016, naik dari 11%[28] pada tahun 2006 atau bernilai US$ 154 juta, naik dari US$ 70 juta sepanjang periode tersebut.[29] Pemasok lain dengan pangsa yang jauh lebih kecil dibanding Tiongkok juga diuntungkan oleh penurunan pangsa AS di pasar Kanada. Prancis, Rusia, Jerman, Meksiko, dan Thailand adalah negara-negara yang mencatat peningkatan pangsa pasar. Indonesia sendiri tidak memperlihatkan kinerja yang menjanjikan di pasar Kanada dalam kategori ban bertekanan untuk bus dan lori. Meskipun nilai impor Kanada untuk produk ini dari Indonesia tumbuh dari US$ 129 ribu menjadi US$ 4 juta antara tahun 2006 dan 2016,[30] kenaikan tersebut tidak cukup signifikan untuk mengubah pangsa pasarnya dalam total impor Kanada untuk produk ini.
 
 
[10] Ibid.
[11] Ibid.
[12] Dihitung berdasarkan data dari UN Comtrade Database.
[13] Berdasarkan total impor Kanada untuk HS 40 dari seluruh negara.
[14] UN Comtrade database, 2016
[15] Dihitung berdasarkan data dari UN Comtrade Database.
[16] Ibid.
[17] Ibid.
[18] Ibid.
[19] Ibid.
[20] UN Comtrade Database, 2016
[21] UN Comtrade Database, 2016
[22] Dihitung berdasarkan data dari UN Comtrade Database.
[23] Ibid.
[24] Ibid.
[25] UN Comtrade Database, 2016
[26] Ibid.
[27] Dihitung berdasarkan data dari UN Comtrade Database.
[28] Ibid.
[29] UN Comtrade Database, 2016
[30] Ibid.